Selamat Datang Di Bacanpoker, Situs Poker Online Terbaik Dan Terpercaya Yang Menggunakan Uang Asli Mata Uang Rupiah (IDR) - Dapatkan Juga Bonus New Member Sebesar Rp.10.000,- Untuk Setiap Deposit Awal Dengan Minimal Rp.25.000,- Agen Terbesar Se Indonesia.


 Bacanpoker

Rabu, 27 Mei 2020

Ibu Yenny, Teman Baik Istriku Yang Kungentod

Cerita-sexs-online.blogspot.com - Positngan Terbaru Cerita Sexs Dewasa, Pada Cerita Seks berfoto kali ini dengan judul : Ibu Yenny, Teman Baik Istriku Yang Kungentod, saya telah menyediakan cerita Hot pengalaman pribadi maupun orang lain, lengkap dengan foto seksi peningkat nafsu birahi anda. Selamat membaca.


Pada Suatu pagi itu seperti biasanya awan bergerak rapi diatas yang cerah. Matahari tidaklah terik benar. Waktu baru menujuk puluk sembilan pagi. Sabtu itu aku baru selesai bertemu clinet untuk urusan bisnisku yang semakin berkembang. Sambil mendengar lagi dari strereo set mobilku akupun perlahan memasuki kompleks perumahan tempat tinggalku.


Tampak didepan sudah ramai bapak-bapak dan anak muda yang sibuk bekerja bakti di depan jalanan kompleks rumahku. Salah seorang dari mereka yang juga menjabat sebagai bapak RT dilingkungku dan menyapaku dengan lantang hingga dapat terdengar oleh yang lain. Gagah banget pak Adi, baru pulang nih?. Ko libur-libur gini rapi pak?". Pak Rt menyapaku dengan senyuman lebar yang selalu tersinggung di bibir hitamnya.

"Gak Pak erte, abis ketemu sama Client Pak. Waduh jadi telat deh saya nih ikutan kerja baktinya." Aku berkata sambil turun dari mobil yang kupakirkan tepat disamping sebuah lahan kosong hingga tidak mengganggu aktifitas kerja bakti tersebut. Sepatu telah ku tanggalkan dan celana panjang ku angkat. Aku turun ke got yang tidak dalam disamping pak erte yang sedang mengali lumpur-lumpur hitam yang memenuhi salurannya sehingga membuat air tersumbat, Dengan tatapan aku hampir semua orang yang tengah berkerja bakti membersihkan saluran-saluran air yang mengelilingi kompleks perumahanku.

"Gak ganti pakaiannya dulu pak adi?. Sayang kan baju keren-keren gitu jadi kena lumpur". Pak erte bertanya dengan suara yang kurang jelas dikarenakan dimulutnya terselip sebatang rokok.
"Tanggung pak, nanti juga dicuci". Tanganku meraih sebuah pengki yang terletak disebelahku untuk mengangkut lumpur-lumpur dari saluran air.

Setelah hampir dua jam lamanya berkutat di satu got ke got yang lainnya, para pekerja dadakan itupun beristirahat sambil menikmati makanan ringgan yang sudah disediakan oleh para ibu-ibu dan remaja putri. Diantara ibu-ibu muda tersebut terlihat sebuah pemandangan manis dihadapanku yang hanya berjarak dekat. Ibu Yenny yang juga tetangga seberang blok dengan rumahku tampak begitu pesona dengan balutan celana jeans ketat sedengkul dan baju kaos ketak sehingga menampakan lekuk tubuhnya yang masih kencang karena rajin berolah raga, walapun sudah punya anak namun tetap saja pancaran pesona wanita itu begitu melekat ditubuhnya. Aku yakin bahwa bukan saya sendiri yang tertariknya dengan pesona dari Ibu Yenny ini. Sempat juga kutangkap lirikan mata pemuda tanggung yang sering mencuri padang kearah Ibu Yenny sambil tertawa kecil dengan rekan sebelahannya. Mungkin mereka juga sedang membicarakan sosok Ibu Yenny yang menggairahkan dan penuh dengan seks appeal.

Setelah seminggu berlalu kemudian Ibu Yenny berdatang kerumahku membawa buah tangan kepada istriku. Perilaku mereka jika sedang berbicara dikamar kami laksana remaja putri yang sedang membicarakan kekasih1-kekasihnya. Aku tidak dapat mendengar apa cerita mereka hanya terkadang kutangkap di dalam kamarku berdua-duaan kemudian mereka tertawa bahak-bahak. Akhirnya Ibu Yenny pun menjadi kawan baik istriku. Semakin sering ia bertamu kerumahku membuat aku pun semakin akrab saja dengan nya walaupun hanya sebatas bertegur sapa yang bersifat biasa.

Pada suatu siang yang terik istriku sedang keluar sebentar untuk membeli keperluan rumah tangga. Aku waktu itupun sedang bersantai sambil menonton acara televisi di hari libur. Namun sesaat kemudian Ibu Yenny datang dan langsung masuk kedalam rumahku dan memanggil nama istriku.
"Loh, Mba'nya kemana mas?".
"Ohh, lagi ketoko sebentar Bu. Paling sebentar lagi juga pulang"
Aku sedikit terperangah dengan pakai yang dikenakan oleh Ibu Yenny ni. Kostum khas bagi wanita yang habis aerobic menampakkan lekuk tubuhnya yang masih sintal dibalut dengan kulit yang putih. Aku menelan ludah sambil membuang jauh pikiranku yang sudah mulai mmenerawang mengikuti hasraf birahiku yang mulai terusik.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, Ibu Yenny malah langsung duduk disebelahku sambil menghadap ke layar Tv dan tangannya mengambilku yang terletak didepan meja tepat didepanku. Sempat kutangkap lekuk belahan pantatnya yang padat saat dia mengambil kue dari meja.
"Ya udah, aku tunggu disini deh!". ibu yenny menyilangkan kakinya sambil menyuapakn potongan kue ke bibirnya yang merah merkah. Dengan wajah yang menampilkan pesona seksual dan wangi tubuhnya yang mengundang hasrat birahiku. Aku semakin salah tingkah duduk disebelahannya. Aku terus berusaha untunk menguasai diriku agar tidak bertindak sewajarnya.

"Ehh..Mas Di. Minta no whatsApp nya dong, Kan kita bisa Chattingan..."Ibu Yenny berkata sambil mencuil lenganku..Uuuuhhhhh....Setan-setanku muali menari dipikiranku, seolah mendapatkan durian runtuh, aku segera memberikan no whatsapp pribadiku kepadanya dan dia pun juga langsung memasukkan aku dikontak hpnya.

Tidak lama kemudian istriku pulang dan mereka pun masuk kamar tidurku mulai cekakak cekikik. Memang kecanggihan teknologi semakin mempermudah satan mengoda manusia. Dengan fasilitas WhatsApp (WA) yang terseida di android, kami pun berusaha untuk menjaga citrku dimatanya. Apalagi dia adalah teman baik istriku sehingga aku lebih hati-hati menuliskan isi chat yang lewat Wa itu.. Entah kenapa dia terkadang menggodaku lewat chat yang ia kirimkan. Namun sebagai lelaki normal yang memiliki hasrat seksual yang tinggi,besar akupun dengan senang hati menanggapinya dan tentu saja hal ini tanpa sepengetahuan oleh istriku. Aplagi itu adalah permintaanya untuk menjaga rahasikan percakapan kami melalui chattingan wa tersebut.

Semakin lama perbincangan kami pun semakin menjurus kepada sebuah perselingkuhan. Dia telah memintaku untuk memanggil dengan namanya saja tanpa embel "Ibu" seperti yang selama ini aku lakukan. Mulai lah cerita tentang seks dikirimkan olehnya, bahkan dia pernah menanyakan seberapa besar ukuran penisku karena menurut dia ketahui dari cerita istriku yang sering menjadi bahan penbicaraan mereka berdua. Aku jadi mengerti kenapa mereka sering tertawa hingga terbahak-bahak jika sedang berduaan dikamar tidurku bersama istriku.

Siang itu juga Yenny memintaku untuk menemuinya di salah satu Mall yang lumayan jauh dari rumah kami. Akupun menyanggupinya dan mulai bertanya ada apa si gerangan yang membuatnya ingin bertemu diluar. Sebenarnya sebagai lelaki yang telah banyak makas asam garam percintaan, aku telah merasakan ada hasrat yang tersembunyi dari Yenny. Apalagi chattingannya yang dikirim terakhir sudah sampai kepada tahap mengirimkan foto-foto dirinya yang tanpa mengenakan pakaian itu dan bagian vitalnya masih ditutupi oleh tangannya membuat fantasi seksku semakin tinggi. Aku duduk disebuah tempat makan dimana dia memintaku untuk menemuinya ditempat itu.

Tidak berapa lama Yenny tiba dengan masih mengunakan seragam PNS nya dan berkerudung dengan warna senada. Pikiranku mulai mengatur rencana untuk menentukan tempat kami kencan karena hampir dipastikan pertemuan ini akan menuju kesuatu arah sana.

Singat cerita dengan mengendari jeep ku, kemudian aku arahkan kesebuah hotel jam-jaman yang terletaknya sedikit di dalam sehingga parkirannya aman dari pandangan jalan besar. Sepanjang perjalanan Yenny mulai percakapan yang biasa tanpa mengarah kepada hal yang berbau seks. Mungkin dia juga masih canggung sama seppertiku, karena dia ialah teman baik istriku sendiri. Bantinku mulai berkecamuk antara nafsu dan sungkan.

Setelah aku menyelesakian administrasinya kami berjalan beriringan ke dalam kamar yang terletak dipojok dalam lantai dua hotel tersebut. Begitu masuk dalam kamar aku langsung merabahkan tubuhku diatas kasur empuk dengan dipenuhi pikiran yang masih berperang antara Iya atau Tidak. Aku bingung harus memulai dari mana, padahal kami telah berduan didalam kamar dan semuanya telah mendukung kearah perselingkuhan yang indah. Aku tidak tahu harus bagaimana dan berkata apa, akhirnya kupejamkan mataku sambil berlagak seolah aku hendak mau tidur di atas kasur itu, menunggu reaksi lebih lanjut darinya.

"Loh mas cape yah?... Emank kita kesini mo tidur?. Aku pijetin yah?." Terasa kasur sebelahku tertimpa badannya dengan tangan yang mulai memeluk tubuhku yang terlentang dengan mata yang setengah terpejam. Dadaku yang masih terbalut pakaian lengan pendek perlahan di elus-elus oelh tangannya dan jemarinya dengan lincah mulai mencari-cari puting dadaku dan terasa usapan halus didaerah itu. Nafsuku yang masih kutahan terasa berontak diiringi dengan rasa geli pada puting dadaku akibat elusannya.

Pas disaat itu kami tidak banyak berkata-kata hanya hasrat birahi yang menuntun kami meminta untuk dipenuhi. Wajahnya mulai medekati wajahku hingga dengusan nafasnya terasa di pipi dan telingan kiriku. Tidak tahan dengan perlakukannya yang mulai mencium pipi dan menjilat-jilat kecil telingaku kiriku. Aku segera membalikan wajahku menghadap wajahnya dan bibirku langsung melumat bibir merahnya yang merkah. Kami terlibat ciuman panjang dan tangannya tergesa membuka bajuku. Tanganku pun tidak tinggal diam melainkan ikud membuka bajunya. Tangan kanakku menyelusup kedalam bajunya yang baru terbuka sebagaian dengan segera meraih payudaranya yang selama ini memenuhi hasrat dalam hayalku. Kuremas-remas payudaranya yang masih terbungkus dengan Bra nya sambil bibirku terus melumat bibir merahnya.

"Aaaaccchhhhhh...."Desahannya tertahan oleh bibir kami yang masih berfelut diselingi lidah yang salin kait mengait. Tangan kirinya perlahan menggenggam penisku yang telah berdiri tegak yang masih terbungkus oleh jeans dan kolorku. Tidak hanya meremas dari luar saja, tangan kirinya pun menyelusup ke dalam melewati celah atas celana jeansku. Mendapatkan serangan seperti itu, tangan kananku mulai membuka baju atasnya yang berupa kaos dan menaikan branya ke atas. Yenny mulai menlenguh saat bibirnya kutinggalkan dan ciumanku kuarahkan ke lehernya yang jenjang dan menggairahkan kemudian bibirku mulai merambat turun ke payudaranya yang telah terbuka dihiasi dengan pentil yang cokelat kemerahan. Kuhisap-hisap sambil sesekali kuberikan gigitan kecil pada pentil payudaranya yang telah menegang dalam kulumatkan. Sambil tangan kananku mulai menurun menyusup melalui celah atas celana nya. Masih dalam posisi menyamping aku buka ikatan dan resleting celananya sehingga tanganku lebih leluasa meraih bukit kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus, sepertinya dia rajin mencukur bulu kewanitaannya.

"Aacchhhhh....gigit lagi maaasssss...aaahhhhh.....geli maaassssss...." Yenny kembali mendesah karena aku serang dari dua titik yang peka rangsangan. Bibir ku masih mengulum pentil payudaranya dan tangan kananku bermain di bukit kemaluannya yang telah terasa lembab dan berair pertanda bahwa nafsu nya telah mencapai tahap terhadap serangan lebih lanjut. Tangannya sudah terlepas dari kontolku karena posisi kami saat itu agak susah untuknya menggenggam kontolku. tidak membutuhkan waktu yang lama. Aku telah melolosi celana jeans dan kolorku dan dia sendiri telah aku lolosi semuanya penutup tubh kami diatas kasur hotel itu. Mendapatkan serangan yang bertubi-tubi dariku tanpa dapat melakukan pembalasan, birahinya mulai terusik hingga aku didorong terlentang olehnya dan mulai tubuhku ditindih oleh tubuh montoknya itu.

Dimulai dengan mencium bibirku ganas lidahnya mulai turn sehingga melumat-lumat pentil dadaku...Uuuuuhhhhhh...rasanya sungguh nikmat. Dengan lincah lidahnya langsung turun menuju perutku dan dia mengecupnya dengan sedikit memberikan gigitan halus disana. Seleuruh bulu kuduku meremang mendapatkan perlakuan seperti itu. Akhirnya kepala kontolku yang telah mengilat dibasahin cairan precum ku mulai dijilat-jilat dan dikulum-kulum oleh mulut munggilnya. rasanya bagaikan terbang di awang. Begitu lihai lidahnya dan mulutnya menari di batang kontolku yang telah mengeras menimbulkan rasa yang sulit kulukiskan dengan kata-kata. Sambil mengulum kontolku matanya menatap mataku yang sedang menikmati dan melihat aksinya. Hal ti terasa sangat menggairahkan dan membangkitkan birahiku sebagai lelaki yang telah banyak menaklukan wanita. Hhhhmmmmm,,,,,tepat seperti dugaanku, Yenny memang memilki nafsu seks yang tinggi dan besar dan liar dirajang. Mungkin dia kurang puas suaminya yang kerempeng dan terlihat kurang perkasa dalam kesehariannya. hanya 5 menit dia mengulum kontolku Yenny langsung mengambil posisi mengangkangiku layaknya seorang joki berkuda yang prodessionla. Tanpa basa basi Yenny langsung memasukkan kontolku yang berdiri dengan gagahnya dan memilki ukuran diatas ukuran rata-rata orang asia.

"Aaaaccchhhh....Gede banget sih Maaassss....." Perlahan sekali Yenny menurunkan pantatnya sehingga gesekan antara kontol dan memeknya begitu terasa. Centil den centil kontolku menembus memek kenikmatan miliknya, sensasinya sungguh lain jika dibandingkan dengan saat aku berhubungan intim dengan istriku. Mungkin ini yang dikatakan nikmatnya perselingkuhan, ada rasa was-was, rasa bersalah khawatir dan rasa yang bercampur aduk membuat persetubuhan ini terasa begitu nikmat dan melenakan. Setelahn kontolku masuk seluruhnya kedalam memeknya, Yenny perlahan menggoyangkan pantatnya naik turun seperti sedang naik kuda tunggangan yang berjalan pelan. Memeknya memang berbeda dari memek istriku, ada rasa seperti denyutan-denyutan halus yang menyelimuti kepala hingga batang kontolku. Denyutan itu semakin terasa ketika dia mulai menaik turunkan pantatnya yang montok.

Tangan ku tidak tinggal diam. Keuda tanganku meraih masing-masing payudaranya dan melakukan remas-remasan disertai cubitan kecil di pentilnya. Yenny mulai memperbesarkan suara desahannya dengan iringi suara pertemuan pada depan dan pantatnya. Semakin cepat goyangannya semakin membumbung tinggi rasa nikmat itu aku rasakan. Cengkraman memeknya begitu ketat dan erat seolahhendak melumat haibs kontolku yang dilubang dalam memeknya. Terlintas dalam pikirkanku mungkin kontol suaminya tidaklah sebesar punyaku seginggha memek istrinya yang sedang menaiki aku begitu terasa sempi dan hangat dan mengigit.

Ekspresi wajanya saat dia memacu diatasku sungguh mempesona, ditunjang dengan struktur memuncak. Apalagi Yenny menggoyangkan pinggulnya dengan begitu hebat. Terkadang dia memaju mundurkan pantatnya, terkadang ia memutar sehingga kontolku serasa terpelintir didalam lubang memeknya..Uuuuuhhhhh.....begitu nikmatnya persetubuhan dengan memek Yenny.

Goyangannya kini sudah semakin cepat dengan iraman yang menhentak-hentak, sepertinya dia mau mencapai puncak kenikmatan dunia tidak lama lagi. Aku mengimbangi dengan kocokan dari bawah sehingga pantatku terangkat-angkat dari kasur yang empuk itu. Tiba-tiba saja dia menerkam mulutku sambil memasukan lidahnya kedalam rongga mulutku, dengan goyangan pinggul yang semakin kencang dan suara geraman laksana singa betina yang kehilangan anaknya.

"Aaarrrrhhhhhhh.....dia melepaskan kulumannya dan mendesah sedikit histeris mengiringi denyut-denyutan di dalam lubang memeknya yang terasa semakin becek. Badannya tersentak-sentak sambil memeluku erat dan mulutnya singgah ditelingaku sambil mengigit pelan. Aku mendiamkan badanku menunggu hingga Yenny selesai menikmati puncaknya. Kontolku masih tertancap lekat didalam memeknya yang sudah sangat becek, tidak mau tinggal diam unutk mengejar puncak kenikmatanku, aku membalikan tubuhnya dan mengambil posisi diatasnya. Kembali kugenjot Yenny dengan perlahan agar dia mampu beradaptasi setelah selesai masa orgasmenya berlangsung. Semakin lama semakin cepat aku menggoyangkannya tubuhku yang gempal diatas tubuhnya sambil kujulurkan lidahku disela-sela telinganya. yenny  mulai ikud menggoyangkan pinggulnya pertanda nafsunya telah mulai bangkit lagi.

Terkadang digoyangkan pinggulnya kesamping dan memutar menambah nikmatnya percintaan kami. Semua urusan dirumah dan pekerjaan sudah tak lagi terpikirkan yang adanya kenikmatan yang terus merambah mendekati puncaknya. Terasa olehku puncakku sebentar lagi akan tiba, aku harus mengurangi tegangan karena masih ada gaya yang ingin kukeluarkan dengannya. Kucabut batang kontolku dari memek beceknya yang merah merekah, kedua tanganku mengangkat pinggulnya dan memutar sehingga sekarang pantatnya yang padat, bundar, sekal dan besar menghadap kearah kontolku.

Hhhhmmmmm....Bokong yang menjadi impianku kini tersaji dihadapanku. Memeknya yang mekar seolah memanggil-manggil kontolku untuk segera memasukinya. Bulu hitam yang tercukur rapi semakin memperindah perabotan vital milik wanita yang tengah kusetubuhi ini. Langsung saja kunusukkan batang kontolku kedalam lubang vaginanya yang telah basah dan siap menerima pompaan mautku.. Aaaaarrrhhhhhhh.....Yenny mendesah saat kontolku tanpa tedeng aling-aling menusuki memeknya dari belakang. Kini kami berposisi Doggy style ini memang sangat nikmat jika dilakukan dengan wanita yang memilki bokong padat dan besar seperti Yenny ini. Kontolku kukocokan segera dengan kupercepat diselingi dengan desahan kenikmatan dari mulut Yenny. Sepuluh menit kemudian tampak desahan Yenny semakin besar dan goyangan pantatnya semakin tak karuan.

"Aaaaarrrrrrhhhhhh....Maaasssss....Aku keluaaaarrrrrr...." Badannya tersentak-sentak dengan memek yang berdenyut-denyut membuat aku tidak dapat menahan pacaran maniku yang sudah akan menyemprott..

"Yennnnnn.....aku mo keluar juga nih....... Dimanaaaaaaaa.....?" denyutan dikepala kontolku semakin terasa. yenny pun segera membalikkan badannya sehingga kontolku yang masih tertancap menjadi tercabut dari memeknya. Segera disambarnya penisku dan langsung dikulum dengan penuh gairah. Aku pun tidak tahan lagi mendapatkan seranga mendadak seperti itu, apalagi memang puncakku sudah didepan mata.

"Aaaaarrrrrrrggggghhhhhhhhh......Enak banget Yeeeeeennnnnnnn..."

Spermaku menyemprotttt sebanyak lima kedutan dan tanpa membiarkan kontolku keluar dari mulutnya semua cairan kenikmatanku dihisap dan ditelan semua olehnya. Badanku terasa begitu ringgan bagai melayang di awang-awang. Rasa kenikmatan yang menyelimuti tubuhku berangsur-angsur menghilang meyisakan rasa kepuasan yang tersungging dibibirku. Yenny masih menjilat kepala kontolku sehingga bersih dari cairan spermaku.

Aku terlentang penuh rasa kepauasan disebelahnya dengan memejamkan mata menikmati orgasme yang baru saja berlalu. Dia terbaring tnpa pakaian disebelahku dengan posisi menyimping sambil  memeluk erat tubuhku dan terkadng jemarinya bermain di pentil dadaku yang masih tersisa ketenagannya.

"Hhhhhmmmmmm....tidak salah lagi penilaianku. Mas memang lelaki sejati. Tahu gak mas, kenapa aku sampe pengen banget ngerasain berhubungan badan sama mas?" Yenny berbisik di telinga kananku dengan tangan yang masih mengusap usap dadaku." Ga tau. Emank kenapa sih yennnn?" aku kembali bertanya dengan mata yang masih terpejam. "soalya aku sering dengar cerita dari si mba kalo mas itu orangnya jago dan jantan baget kalo maen seks. Setiap aku ketemu Mas, aku jadi menhayal gituan mas. Kaya gimana sih jantannya mas. Jadinya aku berani-beraniin aja minta no Wa nya mas. Cuman nunggu kesempatan yang pas. Sebenarnya watu aku datang kerumah dan minta nomer Wa mas, aku tahu kalo si Mba lagi enggak ada dirumah. Soalnya sebelumnya aku liat dia keluar pakai motor. jadi aku langsung kerumah mas. Ternyata benar kesampaian juga. Kapan-kapan kita ulangi lagi ya Mas." Yenny berkata yang menyerupai berbisik karena bibirnya tepat di telinga kananku.

Setelah berbincang-bincang pasca hubungan intim kami, kamipun bergegas pulang tentu saja saat mendekati kompleks kami, dai turun terlebih dahulu agar menghindari kepergok tetangga atau orang yang mengenali kami. Sepertinya percintaan intim ini akan berlajut karena Yenny begiru terkesan dengan pegumulan kami tadi. Hhhhmmmm.....aku menhela nafasku panjang-panjang sambil keningku berkerut dan terpikri oleku. "Bakalan Chattingan lagi nih.

Terimakasih telah membaca by : cerita-sexs-online.blogspot.com - Cerita sexs, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Seks janda, cerita Seks indonesia, Pengalaman Seks, Cerita Seks Hot, Cerita Porno, Porno Indonesia, Cerita Seks Seru, Cerita Ngentot, Cerita Panas ABG, Cerita Anak Sekolah, Cerita Panas Bersama Pacar, Cerita sexs gadis perawan, Cerita Sex Tante-Tante, Hot Bokep, Cerita memek ABG , Cerita ngentot janda, Berhubungan intim sama janda, Cerita pembantuku , Cerita panas gadis desa, Cerita kosan

Jumat, 15 Mei 2020

Berselingkuh Dengan Istri Bos Yang Seksi

Cerita-sexs-online.blogspot.com - Positngan Terbaru Cerita Sexs Dewasa, Pada Cerita Seks berfoto kali ini dengan judul : Berselingkuh Dengan Istri Bos Yang Seksi, saya telah menyediakan cerita Hot pengalaman pribadi maupun orang lain, lengkap dengan foto seksi peningkat nafsu birahi anda. Selamat membaca.


Namaku Aryo, aku sudah menikah dan mempunyai 3 orang anak, umurku masih 33 tahun. Isteriku cantik putih dan baik sekali bahkan sangking baiknya dia mau menerima aku apa adanya, walaupun gajiku pas-pasan tapi dia tetap mencintaiku. Wajahku tidaklah ganteng atau macho akan tetapi biasa-biasa saja dan aku bukan pemuda yang tinggi, tinggiku hanya 162 cm dengan berat sekitar 54 kg.

Tapi walaupun demikian aku termasuk orang yang beruntung karena beberapa kali aku memiliki selingkuhan yang cantik-cantik, jadi pengalamanku cukup banyak. Semua wanita yang menjadi pacar gelapku senang bermain seks denganku karena aku dapat memuaskan mereka, karena aku bisa memberikan kepuasan kepada mereka beberapa kali, bahkan sampai 8 kali orgasme ketika aku berpacaran dengan gadis bule.

Pengalamanku kali ini terjadi ketika tahun 2015 saat aku pergi ke Yogyakarta untuk urusan bisnis. Kebetulan aku bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi penelitian dan ekowisata maka aku berangkat ke kota Yogya dalam acara pameran ekowisata. Saat itu aku pergi sendirian dengan menggunakan kereta executive.

Pertama kalinya aku pergi ke Yogya sendirian jadi aku tidak begitu hapal kota Yogya tapi dengan modal nekat dan keberanian akupun memberanikan diri seolah-olah aku sering datang ke kota tersebut. Tadinya aku akan pergi dengan isteri bos ku yang kebetulan sering pergi ke Yogya. Karena masih ada urusan di Jakarta maka isteri bosku tidak jadi menemaniku.

Isteri bosku (Bernama Mbak Susi) wajahnya cukup menarik dengan kulit yang coklat dan hitam manis dan badannya yang sintal walaupun usianya sudah menginjak 39 tahun tapi masih kelihatan sintal dan berisi, maklumlah sering aerobik dan olah raga.

Pada waktu aku di Yogya, Mbak Susi sering meneleponku hampir setiap hari bahkan sehari bisa lebih dari 2, pada mulanya aku sendiri tidak tahu mengapa dia sering telpon aku. Saat itu, aku tinggal di sebuh hotel yang lumayan bagus, bersih dan murah di dekat jalan Malioboro. Karena aku sendirian di kota itu aku seringkali kesepian dan aku selalu ingat anak dan isteriku.

Akan tetapi itu semua hilang ketika Mbak Susi meneleponku dan aku selalu menggodanya bahwa aku kesepian dan horny di kota ini karena aku sering dengar erangan kenikmatan dari sebelah kamarku, dia hanya tertawa saja. Bahkan dia menggodaku untuk mencari wanita Yogya saja buat menemaniku.

Beberapa hari kemudian aku mendapat kabar bahwa bosku menyuruh Mbak Susi untuk menemaniku di Yogya, aku berfikir wah ini kesempatan yang baik buatku untuk menggodanya, memang keberuntungan masih berpihak pada diriku. Akhirnya dia bilang bahwa dia akan menyusul dengan menggunakan kereta dan minta di bookingkan satu kamar untuknya. Aku bilang pada hari itu mungkin kamar akan penuh.

Dia sedikit kecewa lalu dia bilang,

“Terus gimana dong, aku gak mau tinggal di hotel yang jauh dari kamu.. Ngomong-ngomong Aryo kamar kamu ada 2 bed apa satu?”
“Kamarku Cuma satu bed tapi di bawah ranjang ada satu bed lagi jadi mungkin aku bisa pake, emang Mbak mau sekamar denganku?” Aku menggodanya.
“Boleh kalo nggak ada kamar lagi” Aku setengah tidak percaya akan ucapannya.

Aku berfikir inilah kesempatanya aku bisa mendekati dia dan menggodanya.

“Tapi Mbak aku suka tidur telanjang paling cuma pake celana dalam doang dan selimut, apa Mbak gak apa-apa?” Aku sedikit meyakinkan dia akan kebiasaanku.

“Nggak apa-apa siapa takut.. Masalahnya aku juga kadang-kadang begitu juga”

Aku semakin senang mendengarnya. Lalu aku menawarkan untuk tinggal sekamar denganku bila tidak ada kamar kosong dan dia setuju.

Ketika pada hari H nya, aku jemput dia di stasiun dan setelah bertemu aku ajak ke hotel tempat aku menginap, otak ngeresku mulai jalan dan aku mulai berfikir bagaimana caranya agar dia mau sekamar denganku lalu dengan akal bulusku aku berbohong bahwa kamar hotel penuh semua. Lalu aku langsung ajak Mbak Susi ke kamarku dan aku tidak menyangka ternyata dia mau sekamar denganku. Karena sebelumnya aku pikir dia hanya bercanda.

Ketika malam tiba, aku sengaja mengambil satu tempat tidur lagi, untuk menjaga agar dia tidak mempunyai fikiran yang jelek tentang diriku, karena aku masih takut kalau Mbak Susi akan marah dan tersinggung bila aku seranjang dengannya karena biasanya itu akan dianggap tidak sopan dan senonoh serta murahan dan perempuan akan marah sekali bila dianggap seperti itu.

Sebelum tidur kami mengobrol tentang macam-macam dan pada akhirnya bicara tentang seks. Sangking seriusnya bicara tentang seks, aku memberanikan diri memancing reaksinya.

“Mbak kalo ngomongin seks kayak gini, cewekku dulu seringkali udah basah duluan”.

Lalu dia menjawab,

“Ah itu sih biasa, aku aja suka basah”.

Tak lama kemudian suasana berubah karena dia merasa perutnya agak sakit karena kembung. Aku mulai kasihan lalu aku menawarkan diri,

“Biar aku refleksi dan pijit deh”.

Lalu aku pijit kaki dan betisnya. Pada mulanya dia kesakitan dengan pijitanku tersebut. Otak kotorku mulai datang dan aku coba untuk memijit pahanya dan dia meringis kesakitan. Lama aku memijit pahanya dan makin lama aku kendurkan pijitanku tetapi dia masih mengerang bahkan ketika aku elus-elus dia masih mengerang.

Dengan segenap keberanianku aku coba mengelus hingga ke pangkal pahanya dan dia mengerang semakin menjadi, tentu saja penisku langsung berdiri apalagi ketika aku pijit dan elus bagian pahanya, dia membuka pahanya lebar-lebar.

Lalu aku singkapkan rok tidurnya dan aku elus di pangkal paha kemudian aku beranikan diri mengelus vaginanya, ternyata Mbak Susi diam saja dan mengerang, tanpa pikir panjang aku masukkan jari-jemariku ke balik celana dalamnya dan memainkan klitoris dan lubang vaginanya dengan jariku.

Ternyata vaginanya sudah basah sekali, lalu aku tarik celana dalamnya dan aku mulai menciumi pahanya hingga sampailah pada gundukan vaginanya yang sangat merangsang.

Aku hisap dan jilat vaginanya yang harum, Mbak Susi semakin mengerang kenikmatan.

“Oh.. Oohh.. Mmhh.. Ohhmm.. Sayangg.. Ohmm” Jilatanku semakin liar dan semakin terasa kakinya mulai mengejang. Aku semakin mempercepat tempo jilatan mautku dan dia mengerang semakin keras.
“Oohh.. Ehheehmm.. Ohh.. Aauuaa.. Hhmm” Ternyata dia telah mencapai orgasme yang pertama.

Kemudian aku lepaskan celana dalamku karena kebetulan aku selalu tidur hanya memakai celana dalam dan saat itu aku hanya memakai kain sarung. Dengan penis yang masih menegang aku beralih posisi di atasnya dan menciumi bibir dan kedua susunya dengan jemari tanganku memainkah pentilnya. Karena tidak sabar lalu aku masukkan penisku yang sudah tegang. Sewaktu penisku masuk ke lubang kenikmatan tersebut terdengar erangan keenakan Mbak Susi.

Vagina Mbak Susi serasa sempit karena tulang panggulnya yang seakan-akan mempersempit lubang kemaluannya. Akan tetapi aku merasakan kenikmatan yang luar biasa di penisku dengan lubangnya yang sempit itu.

Aku keluar masukkan penisku dan Mbak Susi membuka lebar-lebar kakinya sambil menopang satu kaki ke dinding kamar. Aku semakin merasakan sensasi yang luar biasa ketika penisku keluar masuk, karena dinding lubang vagina dan tulang panggulnya yang menggesek-gesek batang kemaluanku begitu terasa sekali.

Mbak Susi masih terus mengerang ketika aku menekan penisku di vaginanya dalam-dalam. Walaupun penisku tidak besar sekali tapi berukuran normal akan tetapi sensasi yang aku berikan ketika aku mengocok penisku di dalam vaginanya membuat Mbak Susi mengerang, menjerit keenakan sambil matanya merem melek.

Setelah hampir satu jam sejak pemanasan Mbak Susi kelihatan tegang kemudian di merapatkan kedua kakinya dan aku mengangkangkan kakiku sehingga lubang vaginanya semakin sempit. Dengan gaya seperti itu aku masih tetap terus mengocok vaginanya dan Mbak Susi semakin mengerang keras.

Akhirnya dia bilang,

“Ohh sayang aku mau keluaarr.. Ohh enakk”

Akhirnya Mbak Susi tidak bisa menahan gejolak yang ada dalam dirinya, maka jebollah pertahanannya dengan jeritan yang membuatku semakin bergairah. Aku masih mengocok penisku karena sampai saat itu aku masih bertahan dan aku ingin memberikan kenikmatan yang dasyat untuknya sehingga dia tidak bisa lupa dan terus ketagihan. Aku semakin mempercepat kocokanku, semakin cepat aku mengocok jeritan keenakan Mbak Susi semakin kencang dan tak tertahankan.

Aku merasakan sensasi yang tiada taranya, sehingga aku merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari batang kemaluanku dan akupun mempercepat irama kocokanku. Badanku semakin menegang dan Mbak Susi semakin mengerang.

“Ohh.. Mbak aku mau keluar.. Mbak udah mau lagi nggak? Aku dah nggak tahan nih”
“Ohh sayang aku juga mau keluar.. Ohh.. Oohh kita bareng sayaangg.. Oohh aku keluaarr”
“Aku juga Mbak.. Oohh Mbak eeaannakk?”

Dan bobollah pertahananku dan pertahanannya.. Crot.. Crot.. Crot..

“Oohh.. Enaak..” Akhirnya kami orgasme bersama-sama.
“Oh, kamu hebat sayang.. Sampai aku orgasme tiga kali, padahal aku jarang banget loh orgasme walaupun sama suamiku. Malah aku keseringannya nggak bisa orgasme”.

Dengan peluh yang mengucur banyak sekali aku tidak segera mencabut penisku dari vaginanya, aku biarkan penisku merasakan sensasi vagina Mbak Susi yang begitu nikmat. Akhirnya kamipun tertidur dengan tubuh masih telanjang.

Malam itu kami lakukan lagi sampai 4 kali. Pada keesokan harinya kami lakukan lagi hingga siang hari sampai 3 kali. Begitu pula pada malam harinya hingga pagi kami lakukan lagi 3 kali.

Setiap hari kami lakukan terus dan sampai kembali ke Jakarta kami masih tetap melakukannya di dalam kereta walaupun hanya sebatas permainan jari-jariku di kemaluannya dan dia mengocok penisku dengan ditutup selimut. S

esampainya di Jakarta kami masih sering melakukannya terkadang di rumahnya ketika boss dan orang-orang pergi atau di kantor saat semua orang sedang keluar.

Mbak Susi termasuk wanita yang kuat sekali seperti kuda liar karena untuk membuatnya orgasme memerlukan waktu yang lama dan perlu laki-laki yang betul-betul kuat dan pandai memberikan sensasi hebat, sehingga suaminyapun tidak dapat mengimbanginya, tapi dengan aku Mbak Susi tidak bisa berbuat apa-apa karena setiap kali bersetubuh aku selalu memberikannya kepuasan.

Akan tetapi sekarang kami tidak lagi, karena dia memiliki selingkuhan yang lainnya lagi. Sekarang aku kesepian lagi apalagi aku jarang sekali berhubungan dengan isteriku karena terkadang aku kasihan dia sering kecapaian.

Teman-temanku bilang bahwa aku memang jantan karena bisa memuaskan perempuan. Bahkan mereka yang merasa jantan di ranjang tidak dapat mengimbangi permainanku hingga bisa memuaskan perempuan berkali-kali.

Sampai wanita bulepun kewalahan karena mereka jarang sekali mendapatkan kepuasan dengan laki-laki bule walaupun mereka memiliki penis yang besar, tapi itu bukan jaminan dan cewek-cewek bule mengakuinya ketika tahu bahwa aku bisa memuaskan mereka beberapa kali.

Terimakasih telah membaca by : cerita-sexs-online.blogspot.com - Cerita sexs, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Seks janda, cerita Seks indonesia, Pengalaman Seks, Cerita Seks Hot, Cerita Porno, Porno Indonesia, Cerita Seks Seru, Cerita Ngentot, Cerita Panas ABG, Cerita Anak Sekolah, Cerita Panas Bersama Pacar, Cerita sexs gadis perawan, Cerita Sex Tante-Tante, Hot Bokep, Cerita memek ABG , Cerita ngentot janda, Berhubungan intim sama janda, Cerita pembantuku , Cerita panas gadis desa, Cerita kosan

Kamis, 30 April 2020

Malam Pemerkosaan Cewek Bohay

Cerita-sexs-online.blogspot.com - Positngan Terbaru Cerita Sexs Dewasa, Pada Cerita Seks berfoto kali ini dengan judul : Malam Pemerkosaan Cewek Bohay, saya telah menyediakan cerita Hot pengalaman pribadi maupun orang lain, lengkap dengan foto seksi peningkat nafsu birahi anda. Selamat membaca.


Waktu sudah larut malam saat Wiwin dan Anisya pulang jalan-jalan dari sebuah mall di kota Bandung, kota tempat mereka menuntut ilmu pada sebuah PTN terkemuka. Saat itu kampus mereka sedang liburan semester yang lumayan lama, sehingga banyak di antara teman-teman mereka yang memilih pulang kampung, namun bagi Wiwin dan Anisya lebih memilih untuk tetap tinggal di kota Bandung karena tidak banyak yang dapat mereka kerjakan untuk mengisi waktu liburan di Jakarta kota asal mereka.

Sampai di tempat kost mereka kira-kira jam 10 malam. Saat itu daerah di sekitarnya sudah sepi begitupula di dalam kost-kostan karena semua penghuninya pulang ke kampung atau kota asal mereka masing-masing untuk memanfatkan waktu liburan kuliah mereka, dan kini tinggallah mereka berdua saja yang masih bertahan di dalam areal kost yang luas dan besar itu. Walau usia mereka terpaut jauh, mereka berdua sangatlah akrab karena selain mereka tinggal sekamar dan berasal dari Jakarta, di kampus mereka juga satu fakultas.

Wiwin saat ini berusia 26 tahun, sementara Anisya baru berusia 18 tahun. Keduanya memiliki wajah yang cantik, Wiwin dengan bentuk badan yang berukuran sedang nampak anggun dengan penampilan kesehariannya, sedangkan Anisya memiliki tubuh yang mungil dan wajah yang imut-imut. Banyak pria yang tertarik kepada mereka berdua, karena bukan saja mereka cantik dan pintar, namun mereka juga pandai dalam bergaul dan ringan tangan. Akan tetapi dengan halus pula mereka menolak berbagai ajakan yang ingin menjadikan mereka sebagai kekasih atau pacar dari para pria yang mendekati mereka.

Wiwin saat ini lebih memilih berkonsentrasi untuk menghadapi sidang skripsinya, sedang Anisya yang baru menamatkan tahun pertamanya di kampus tersebut lebih memilih untuk aktif di organisasi kampus dari pada pacaran atau berhura-hura.

Sesampainya di kost, Wiwin langsung menuju ke kamar kost dan membuka pintu, sedangkan Anisya mampir dulu ke kamar mandi yang terletak agak jauh dari kamar kost mereka. Setelah membuka kamar, Wiwin begitu terkejut ketika dilihatnya kamar mereka sudah berantakan seperti habis ada pencuri. Belum lagi sempat memeriksa segalanya, tiba-tiba kepala Wiwin sudah dipukul dari belakang sampai pingsan.

Wiwin tidak tahu apa-apa sampai tubuhnya digoncang-goncang seseorang hingga tersadar dan menemukan dirinya sudah dalam keadaan terikat di kursi tempat biasanya dia duduk untuk belajar dan mulutnya disumpal kain, sehingga tidak dapat bersuara. Belum lagi lama dia siuman, matanya terbelalak ketika melihat pemandangan di sekitarnya, ia melihat dua pria di depannya. Yang menyuruhnya bangun, orangnya berbadan tinggi besar dan kepalanya berambut gondrong dia hanya mengenakan celana jeans kumal, badannya telanjang penuh dengan tatto. Dan satu orang lagi juga berbadan agak gemuk, berambut acak-acakan juga hanya mengenakan celana jeans.

Wajah mereka khas, usia mereka sekitar 40 tahunan. Sementara kamar kost mereka dalam keadaan tertutup rapat, jendela pun yang tadinya agak sedikit terbuka kini telah tertutup rapat. Tidak beberapa lama kemudian mata Wiwin kembali terbelalak dan ingin menjerit, karena kedua orang itu ternyata dikenalnya. Yang membangunkan dia bernama Asan dan satu lagi bernama Thomas atau sering dipangil Liem. Mereka berdua adalah teman dari Henry pemilik kost yang sering nongkrong di tempat itu, pekerjaan mereka tidak jelas.

Memang beberapa waktu yang lalu Wiwin dan Anisya dikenalkan oleh Henry kepada Asan dan Liem. Karena dengan setengah memaksa Henry, Asan dan Liem ingin dikenalkan dengan Wiwin dan Anisya yang waktu itu baru pulang dari kampus. Rupanya mereka berdua tertarik dengan kecantikan Wiwin dan Anisya. Akan tetapi rupanya cinta mereka bertepuk sebelah tangan, Wiwin dan Anisya lebih sering menghindar untuk bertemu dengan Asan dan Liem. Dan yang membuat hati Wiwin menjerit dan panas adalah begitu sadar sepenuhnya dan mengetahui Asan sedang duduk di pinggir ranjang mereka sambil memangku Anisya yang saat itu sudah tinggal memakai BH dan celana dalamnya saja yang berwarna putih.


Anisya sambil menangis memohon-mohon minta dilepaskan, air matanya telah membasahi wajahnya yang cantik itu. Tapi si Asan yang badannya jauh lebih besar itu tidak menghiraukannya, dia mulai meremas-remas payudara Anisya yang baru sekepalan tangan orang dewasa itu yang masih terbungkus BH itu, kemudian menjilati leher Anisya.
Pria itu lalu berkata, “Diam, jangan macam-macam atau kupatahkan lehermu, nurut saja kalau mau selamat..!”
Setelah itu dilumatnya dengan rakus bibir indah Anisya dengan bibirnya, “Hmp.., cup.., cup..,” begitulah bunyinya saat kedua bibir mereka beradu.
Air liur pun sampai menetes-netes keluar, rupanya lidah Asan bermain di dalam rongga mulut Anisya.

Sementara itu Liem yang berada di samping Wiwin berkata kepada Wiwin, “Hei, elo sudah bangun ya, teman elo ini boleh juga, gue pake dia dulu ya, baru setelah itu giliran elo, nah sekarang elo perhatikan gue baik-baik kalo sampe elo nanti engga bisa muasin nafsu gue, mampus deh elo..!” sambil mengelus-elus kepala Wiwin.
Wiwin mau berontak tapi tidak dapat berbuat apa-apa, Wiwin pun mulai pucat.

Lalu Asan yang masih memangku Anisya menyudahi serbuan bibirnya dan berkata, “Ok Sayang, ini waktunya pesta, ayo kita bersenang-senang!”
Dia menyuruh Anisya berlutut di depannya dan menyuruhnya membukakan celana jeans kumalnya, lalu mengulum batang kemaluannya.
Sambil menangis Wiwin memohon belas kasih, “J.. ja.. angan.. tolong jangan perkosa saya, ambil saja semua barang di sini!”
Belum selesai berkata, tiba-tiba, “Pllaakk..!” si Asan menampar pipinya dan menjambak rambutnya.

Dengan paksa Anisya dibuat berlutut di depannya, “Masukkan ke dalam mulut elo, hisap atau gue bunuh elo..!”
Terpaksa dengan putus asa dan wajah yang pucat dan gemetar, Anisya membuka celana Asan dan begitu dia menurunkan celana dalam Asan tampaklah kemaluan Asan yang telah membesar dan menegang. Tanpa membuang waktu Asan segera memasukkan kemaluannya itu ke mulut Anisya yang mungil itu. Batang kemaluannya tidak dapat sepenuhnya masuk karena terlalu besar, dengan kasar dia memaju-mundurkan kepala Anisya.
“Hhmpp.., emphh.. mpphh..!” begitulah suara Anisya saat mulutnya dijejali dengan kemaluan Asan.

Liem juga tidak tinggal diam, rupanya nafsu telah memenuhi otaknya, setelah dia melepas celana jeansnya dia berdiri di samping Anisya, menyuruh Anisya mengocokkan batang kemaluannya yang juga telah membesar dengan tangan. Batang kemaluan Liem tidak sebesar temannya, tapi diameternya cukup lebar sesuai dengan tubuhnya. Sekarang Anisya dalam posisi berlutut dengan mulut dijejali kemaluan Asan dan tangan kanannya mengocok batang kemaluan Liem.
“Emmhh.. benar-benar enak emutan gadis cantik ini, lain dari yang lain..!” kata Asan.
“Iya, kocokannya juga enak banget, tangannya halus nih..!” timpal Liem.

Beberapa lama kemudian nampak tubuh Asan menegang, seluruh badannya mengejang, dan, “A.. akh..!” Asan akhirnya berejakulasi di mulut Anisya.
Cairan putih kental memenuhi mulut Anisya menetes di pinggir bibirnya seperti vampire baru menghisap darah, dan Anisya terpaksa meminum semuanya karena takut ancaman mereka dan juga kuatnya pegangan tangan Asan di kepalanya.

Setelah itu mereka melepas BH dan CD Anisya, sehingga dia benar-benar telanjang bulat sekarang, tampaklah payudara dan bulu-bulu kemaluannya yang masih halus dan jarang.
“Waw cantik sekali anjing ini.” ujar Liem sambil memandangi tubuh bagian dada dan bawah Anisya yang sedang terisak-isak ketakutan.

Kali ini Liem duduk di pinggir ranjang dan menyuruh Anisya berjongkok di depannya sambil terus memijati dan mengocok batang kemaluan dengan tangannya. Anisya terpaksa menuruti kemauan Liem itu sambil sesekali dipaksa untuk menjilati ujung batang kemaluannya, sehingga Liem mendengus keenakan. Sementara itu si Asan mengambil posisi berbaring di bawah kemaluan Anisya dan menjilati liang vaginanya sambil sesekali menusuk-nusukkan jarinya ke liang kemaluan itu.

cerita bokep hot


Seketika itu Anisya kaget dan, “Ehhgh.., iihh.. iih.. eggmhh..!” Anisya pun merintih-rintih jadinya, badannya menggeliat-geliat akibat tusukan jari-jari serta jilatan lidah Asan di kemaluan Anisya.
“Ayo anjing.., kocok terus barang gue..!” bentak Liem sambil menampar kepala Anisya.
Kembali Anisya mengocok kemaluan Liem sambil badannya terus meliak-liuk karena kemalunnya mendapat serangan dari tangan dan lidah Asan. Dari bibirnya pun terus terdengar suaranya merintih-tintih.

Sekitar 10 menit dikocok, Liem memuncratkan maninya dan membasahi wajah serta rongga mulut Anisya. Kali ini Anisya sudah tidak tahan dengan rasa cairan itu, sehingga dia memuntahkannya. Melihat itu Liem jadi gusar, dia lalu menjambak rambut Anisya dan menampar pipinya sampai dia jatuh ke ranjang.
“Pelacur anjing..! Kurang ajar, berani-beraninya membuang air maniku. Kalo sekali lagi begitu, kurontokkan gigi elo, dengar itu..!” bentaknya.

Asan pun terpaksa menyudahi aktifitasnya dan ikut-ikutan menampar Anisya.
“Goblok..! Gue lagi asyik nikmatin memek elo. Elo jangan macem-macem ya..!” bentak Asan.
Anisya hanya dapat menangis memegangi pipinya yang merah akibat dua kali tamparan itu. Nampak kemarahan Wiwin bangkit karena teman dekatnya diperlakukan begitu. Wiwin meronta-ronta di kursinya, tapi ikatannya terlalu kencang sehingga hanya dapat membuat kursi itu bergoyang-goyang. Melihat reaksi Wiwin si Asan berkata, “Kenapa? Elo tidak terima ya pacar elo gue pinjam, tapi sayang sekarang elo nggak bisa ngapa-ngapain, jadi jangan macem-macem ya, ha.. ha.. ha..! Abis ini giliran elo yang gue entot..! Hahaha..!”

Mereka kembali menggerayangi tubuh Anisya, kali ini Asan merentangkan tubuh Anisya di tempat tidur dan membuka lebar kedua pahanya, dan segera mulai memasukkan batang kejantanannya ke liang kemaluan Anisya.
“J.. jangan. Aduh.., tto.. long.., Mbak Wiwin. Ampun Bang..!” pinta Anisya sambil mencoba berontak tapi dengan sigapnya Liem membantu Asan dengan memegangi kedua tangan Anisya.
Batang kemaluan yang ukurannya besar itu dimasukkannya dengan paksa ke liang kemaluan Anisya yang masih sempit, sehingga dari wajah Anisya terlihat dia menahan sakit yang amat sangat, tangisannya pun semakin keras.

cerita bokep hot

Setelah hampir seluruh batang kemaluannya terbenam di dalam liang kemaluan Anisya, Asan mulai memaju-mundurkan pantatnya, mulai dengan irama pelan hingga dengan cepat. Keringat pun dengan deras membasahi kedua tubuh itu. Beberapa saat kemudian dari sela-sela kemaluan Anisya mengucur darah segar bercampur dengan cairan bening hingga warnanya berubah menjadi merah muda meleleh membasahi paha Anisya.
“Aakkh.. aahh.. aa. ouhh.. ss.. aakit. ooh. aampuun.. ohh..,” begitulah erangan dan teriakan Anisya merasakan sakitnya.

Rupanya teriakan dan erangan Anisya menambah nafsu dan semangat Asan untuk terus memompakan kemaluannya dengan keras dan cepat hingga badan Anisya pun terbanting-banting dan terguncang-guncang keras. Anisya hanya pasrah mengikuti irama Asan dan kedua tangan Anisya pun kini sudah dilepas oleh Liem.

Selama beberapa menit disetubuhi oleh Asan, tiba-tiba badan Anisya menegang sampai secara refleks dia memeluk kepala Asan yang sedang asyik menggenjotnya. Dia rupanya mengalami orgasme sampai akhirnya melemas kembali. Asan pun menyudahi gerakan memompanya namun kemaluannya masih tetap tertanam di dalam liang vagina Anisya.
“He.. he.. he.. Baru kali ini kan loe ngerasain pria cokin, gimana rasanya enak engga, jawaabb..!” bentak si Asan sambil menarik rambut Anisya.

Karena takut mereka semakin gila, terpaksa dengan berlinang air mata Anisya menjawab, “E.. e.. enak, enak sekali..!”
“Jawab lebih keras supaya teman loe dengar pengakuan loe..!” kata Liem.
“I.. iya, s.. saya suka sekali bercinta.” jawabnya dengan suara terbata-bata.
“Tuh, kamu dengar kan, apa kata teman elo, dia suka dientot, ha.. ha.. ha..!” ejek mereka pada Wiwin yang hanya dapat meronta-ronta sambil menangis di kursinya.
Hatinya benar-benar serasa mau meledak tapi dia tidak dapat berbuat apa-apa.

Kemudian si Asan mencabut kemaluannya dan membuat posisi badan Anisya gaya posisi anjing, dia kemudian memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke pantatnya Anisya hingga terbenam seluruhnya.
Karena rasa perih dan sakit yang tidak terhingga, maka Anisya berteriak memilukan, “Aaakkhh..!”
Lalu dia menariknya lagi, dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu di pantat Anisya hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelalak.

“Ooughh..!” Anisya mendengus keras menahan rasa perih dari lubang duburnya, seluruh badannya kembali mengeras lolongannya pun kembali terdengan memilukan, “Aahh.. ouh.. aah..! Aa.. mpun.., ssakit. Aakhh..!”
Kini Asan meyodomi Anisya dengan irama yang keras dan cepat hingga Anisya menggelepar-gelepar, dan badannya kini mulai melemah dan habis akibat digenjot oleh Asan.
Tidak beberapa lama Asan akhirnya mencabut kemaluannya dari lubang dubur Anisya dengan kasar. Kembali darah segar mengucur deras dari liang dubur Anisya, sementara Anisya tertelungkup jatuh ke kasur disertai rintihan panjang melemah, “Aahh..!”
Namun Asan belum juga puas, kemalunnya masih garang. Kini ditelentangkannya Anisya dan kembali Asan meniduri Anisya dan memasukkan kembali batang kemaluannya ke lubang vagina Anisya yang telah lemas itu, dan kembali Asan menggenjot tubuh lunglai itu.

Tidak lama Asan pun berejakulasi di rahim Anisya. Lolongan kepuasan keluar dari mulut Asan disaat menyemprotkan spermanya yang jumlahnya banyak itu hingga meluber keluar dari sela-sela kemaluan Anisya. Anisya pun merintih lirih, dan akhirnya bersamaan dengan itu Anisya pun pingsan karena kehabisan tenaga dan rasa sakit yang tidak terhingga.

Dengan perasaan puas Asan pun merebahkan badannya di samping Anisya yang tergeletak tidak bergerak.
“Akhirnya gue perawanin juga elo. Dasar cewek sombong..!” ujarnya sambil mengehela napas dan melirik Anisya.

Sesudah itu kini Liem yang tadi menjadi penonton mulai mendekati Wiwin yang masih terikat lemas di kursinya.
“Hei, teman elo boleh juga tuh. Nah, sekarang giliran elo yang servise gue. Asal elo tau gue itu naksir berat ama elo, tapi elo menghindar melulu. Gue tau gue jelek dan gue beda ama yang elo bayangkan jadi pacar elo. Buat gue itu engga soal, sekarang gue cuma mau perkosa elo. Udah gitu elo bebas, tapi kalo elo berontak, Mati elo..!”
“PLAAK..!” sebuah tamparan keras menghantam kepala Wiwin hingga Wiwin yang masih diikat di kursi itu terjatuh bersama kursinya.
“Hmmph..!” dengan mulut tersumbat Wiwin berteriak.


Kemudian dia menarik dan meletakkan tubuh Wiwin mengembalikan ke posisi semula. Dengan pisau dapur milik kedua mahasiswi itu dia merobek-robek baju kaos lengan panjang yang dikenakan oleh Wiwin. Nafas Wiwin tersentak ketika dengan cepat Liem dengan pisaunya melucuti BH dan celana panjang bahan yang dikenakannya. Sekarang Wiwin hanya memakai celana dalamnya yang berwarna putih serta sepasang kaos kaki putih setinggi lutut yang selalu dikenakannya. Payudaranya yang penuh bulat terbuka, tubuhnya putih mulus masih dalam posisi terikat di tempat duduknya.

“Hmph.., hmph..!” Wiwin meronta sambil memandang Liem dengan putus asa, matanya memerah dan air matanya mengalir deras membasahi pipinya, wajahnya pucat pasi.
Karena dia menyadari yang akan terjadi pada dirinya, yaitu sebagai pemuas nafsu bejat.
“Diem brengsek..!” kata Liem, “PLAK..!” sekali lagi tamparan kuat mendarat di pipi Wiwin, membuat kepala Wiwin tersentak.
cerita bokep hot

Kemudian ia membuka ikatan Wiwin dan membantingnya ke tempat tidur dalam posisi telungkup, dan setelah itu dia merentangkan kedua tangan Wiwin serta melebarkan kedua kaki Wiwin hingga posisi Wiwin kini seperti orang merangkak. Wiwin hanya dapat pasrah mengikuti kemauan Liem. Tepat di hadapannya terdapat kaca rias, setinggi tubuh manusia. Kaca itu biasanya digunakan Wiwin dan Anisya untuk berdandan sebelum pergi kuliah.

Leim lalu merobek celana dalam Wiwin dengan kasar dan menjatuhkannya ke lantai. Sekarang Wiwin dapat melihat dirinya melalui cermin di depannya telanjang bulat, dan di belakang dilihatnya Liem sedang mengagumi dirinya.
“Gila bener! Gue suka pantat lo. Lo bener-bener oke!”
Liem menampar pantat sekal Wiwin yang sebelah kiri yang membuat Wiwin menjerit kaget.

Lalu tanpa menunggu lagi, Liem yang mulai dirasuki nafsu sex memperlihatkan penisnya yang sudah keras. Liem hanya membiarkan topi yang masih tetap membungkus kepala Wiwin dan sepasang kaos kaki putih yang masih dikenakan Wiwin, mungkin ini dapat membuat nafsu Liem semakin menjadi. Karena memang dengan mengenakan topi, wajah Wiwin jadi nampak cantik dan lucu seperti komentar kebanyakan teman-temannya.

Kemudian Liem menyelipkan penisnya di antara kedua kaki Wiwin lewat belakang.
“Ooh.., ampun Pak Liem. Ampunn.., jangann.. jangan! Ampun, jangan..!” Wiwin mulai menangis dan rasa tegang menyeliputi hatinya.
Sambil menoleh ke belakang dan memandang Liem, Wiwin mencoba untuk meminta belas kasihan. Terlihat air mata meleleh dari matanya. Namun Liem terus mengancam dengan pisau dapur yang masih digenggamnya.

Liem tidak perduli Wiwin memohon-mohon. Kepala penisnya kemudian menyusuri belahan pantat Wiwin, terus menuju ke bawah, kemudian maju mendekati bibir vaginanya. Setelah tangan si Liem memegang pinggul Wiwin, dengan satu gerakan keras penisnya bergerak maju.
“Arrgghh.., ahh.., Ampun..!” Wiwin menjerit-jerit ketika penis Liem mulai membuka bibir vaginanya dan mulai memasuki lubang kemaluannya.
Kaki Wiwin mengejang menahan sakit ketika penis Liem terus menembus masuk tanpa ampun menusuk-nusuk selaput daranya.

Bibir tebalnya menganga membentuk huruf O dan mengeluarkan rintihan-rintihan, “Oohh.., oouugghh.., aa.. ampuun Bangg..! Aakkhh..!”
Badannya pun tersodok-sodok. Liem terus bergerak memompa maju mundur memperkosa Wiwin. Ketika kepala Wiwin terjatuh lunglai kesakitan, dia menarik kepala Wiwin sehingga kepalanya kembali terangkat dan Wiwin kembali dapat melihat dirinya disetubuhi oleh Liem melalui cermin di depannya.

Kadang-kadang Liem menampar pantat Wiwin berulang kali, juga dilihatnya payudara Wiwin yang tersentak-sentak setiap kali Liem menyodok penisnya ke dalam vagina Wiwin dan dia hanya dapat pasrah mengerang-ngerang dan merintih. Tiba-tiba Liem mengeluarkan penisnya dari vaginanya. Wiwin langsung meronta dan berlari menuju pintu, berharap seseorang akan melihatnya minta tolong, biarpun dirinya telanjang bulat.

Tapi tiba-tiba Asan yang ternyata sudah pulih terlebih dahulu menyambar pinggangnya sebelum Wiwin sampai ke pintu depan.
“Ahh, tolong! Tolompphh..,” teriakan Wiwin dibungkam oleh tangan Asan, sementara itu Liem mendekat dan memukul Wiwin dengan keras.
Wiwin pun jatuh terjelembab ke lantai.
“Dasar Bandel ya..!” ujar Liem.

Kemudian Liem mengikat tangan Wiwin menjadi satu ke depan. Setelah itu, Wiwin didorong hingga terjatuh di atas lutut dan sikunya. Sekarang Liem memasukkan penisnya ke mulut Wiwin.
“Mmpphh..!” Wiwin mencoba berteriak dengan penis yang sudah masuk di dalam mulutnya.
Sementara itu Liem dengan tenang terus menggerakkan penisnya di mulut Wiwin. Kedua tangan Liem memegang kepala Wiwin dengan kencangnya menggerak-gerakkan maju dan mundur. Mata Wiwin tertutup dan wajahnya memerah, air matanya masih meleleh turun di pipinya, baru pertama kali dalam seumur hidupnya dia diperlakukan seperti ini.

Setelah beberapa lama mengocok kemaluannya di rongga mulut Wiwin, terlihat tanda-tanda Liem akan mencapai klimaksnya, gerakan memaju-mundurkan kepala Wiwin semakin cepat.
Dan, “Akkh.. Croot.., croot..!” Liem berejakulasi di mulut Wiwin, sperma yang keluar jumlahnya cukup banyak sehingga meluber keluar dari mulut Wiwin.
Wiwin hanya dapat mendengus-dengus dan dengan terpaksa menelan semua sperma yang dimuntahkan Liem tadi, sementara pegangan tangan Liem di kepala Wiwin semakin kencang, sehingga sulit bagi Wiwin untuk menarik kepalanya.

Setelah semprotan sperma yang terakhir, barulah Liem mencabut kemaluan dari mulut Wiwin yang kini mulutnya terlihat penuh dengan lendir memenuhi rongga mulutnya hingga ke bibirnya. Dengan napas puas Liem mencapakkan kepala Wiwin hingga telentang di kasur.
“Siap, siap Sayang. Gue musti ngerasain pantat lo yang putih mulus dan sekal ini..!” tiba-tiba terdengar suara Asan yang sudah berada di samping Wiwin.
Wiwin memandang Asan dengan wajah ketakutan. Dia tahu bagaimana Asan memperlakukan Anisya hingga pingsan.

Kemudian Asan menoleh ke Liem yang duduk di belakangnya untuk istirahat setelah klimaks tadi.
“Ja.. jangan, jangann.. Bang Asan.. saya nggak mau diperkosa di situ Bang..! Ampun Bang. Rasanya ssakit.., kasihani saya Bang..!” ujar Wiwin memelas kepada Asan.
“He Anjing. Gue tetep nggak perduli lo mau apa nggak..!”
Asan menarik tubuh Wiwin hingga dia terjatuh di atas sikunya lagi ke lantai, dan mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi. Kemudian dia menempatkan kepala penisnya tepat di tengah liang masuk anusnya.
cerita bokep hot

Setelah itu dia membuka belahan pantat Wiwin lebar-lebar.
“Ampun, jangan..! Sakit..! Ampun Bang Asan. Ampun..! Aakkhh..!”
Asan mulai mendorong masuk, sementara Wiwin mejerit-jerit minta ampun. Wiwin meronta-ronta tidak berdaya, matanya terbelalak, hanya semakin menambah gairah Asan untuk terus mendorong masuk penisnya. Wiwin terus menjerit, ketika perlahan seluruh penis Asan masuk ke anusnya.
“Ampun..! Sakit sekali! Ampun! Ooughh.. iihh..!” jerit Wiwin, ketika Asan mulai bergerak pelan-pelan keluar masuk anusnya.

“Buset! Pantat lo emang sempit banget! Lo emang cocok buat beginian!” kata Asan sambil mengusap-usap buah pantat Wiwin.
Sementara itu darah segar terlihat mulai mengalir menetes-netes membasahi paha dan kasur.
“Bener-bener pantat kualitas nomer satu!” omel Asan sambil terus memompa kemaluannya.

Tangisan Wiwin makin keras, “Sakit! Sakit sekali! Ampun, sakit! Sakit Pak, ampun..!”
Sementara itu badannya mengejang-ngejang menggelepar-gelepar menahan rasa sakit yang teramat sangat, tubuhnya semakin basah oleh keringatnya.
“Gila, gue bener-bener seneng sama pantat lo!” ujar Asan sambil terus menyodomi Wiwin.
Hingga akhirnya tubuh Asan mengejan keras, kepalanya menengadah ke atas, cengkraman tangan di pinggang Wiwin pun semakin keras dan urat-uratnya pun kini terlihat pertanda sebentar lagi dia akan mencapi klimaksnya.

Asan berejakulasi di lubang pantat Wiwin yang semakin kepayahan dan tubuhnya melemah. Asan pun dengan menghela napas lega kembali menjatuhkan tubuhnya ke samping tubuh Wiwin yang juga terjatuh telungkup badannya lemas dan menahan rasa sakit yang tidak terhingga di lubang duburnya yang kini mengalami pendarahan.

Suara yang terdengar dalam kamar kost itu hanya tangisan Wiwin, tangisan yang benar-benar menyayat hati, yang membuat Liem kembali bangkit nafsunya. Liem berjongkok membalikkan tubuh Wiwin yang tadinya telungkup menjadi telentang. Kemudian menarik kaki Wiwin, lalu membukanya dan menekuk hingga kedua pahanya menyentuh buah dadanya.


Kini posisi Wiwin telah siap untuk disetubuhi, Liem meraih penisnya yang telah kembali tegang dan memeganginya, memandang ke arah Wiwin yang memalingkan wajahnya dari Liem, matanya terpejam erat-erat wajahnya yang masih mengenakan topi nampak cantik walau penuh dengan keringat dan air mata. Liem mengarahkan penisnya ke vagina Wiwin, cairan yang keluar dari penisnya membasahi vaginanya, membantu membuka bibir vagina Wiwin. Wiwin mengerang dan merintih, tubuhnya kembali meronta-ronta, giginya menggeretak, Liem nampak menikmati jeritan Wiwin ketika dia menghunjamkan penisnya ke vaginanya yang telah basah oleh darah dan cairan vaginanya.

“Aahhgghh..!” Liem mulai memperkosa Wiwin.
Kaki Wiwin terangkat karena kesakitan dan rintihan terdengar dari tenggorokannya. Tubuhnya mengejang berusaha melawan ketika Liem mulai bergerak dengan keras di vagina Wiwin. Liem menarik penisnya sampai tinggal kepalanya di vagina Wiwin sebelum didorong lagi masuk ke dalam rahimnya. Liem semakin bersemangat mompakan batang kemaluannya di dalam rahim Wiwin.

Nafsu telah membakar dirinya sehingga gerakannya pun semakin keras, sehingga semakin cepat tubuh Wiwin pun lemas tergoncang-goncang dan tersodok-sodok. Dan suatu ketika dengan kasarnya dicampakkannya topi yang menutupi kepala Wiwin oleh Liem, sehingga tergerailah rambut indah seukuran bahu milik Wiwin. Kini pada setiap hentakan membuat rambut indah Wiwin tergerai-gerai menambah erotisnya gerakan persetubuhan itu. Sambil terus menggenjot Wiwin, bibir Liem kini dengan leluasa melumat dan menjilati leher jenjang Wiwin yang tidak tertutup topi dan menyedot salah satu sisi leher Wiwin.

Gerakan dan hentakan-hentakan masih berlangsung, iramanya pun semakin cepat dan keras. Wiwin pun hanya dapat mengimbanginya dengan rintihan-rintihan lemah dan teratur, “Ahh.. ohh.., ooh.. ohh.. oohh..!” sementara tubuhnya telah lemah dan semakin kepayahan.
Akhirya badan Liem pun menegang dan tidak beberapa lama kemudian Liem berejakulasi di rahim Wiwin. Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak. Liem nampak menikmati semburan demi semburan sperma yang dia keluarkan, sambil menikmati wajah Wiwin yang telah kepayahan dan lunglai itu.

Liem mengerang kenikmatan di atas badan Wiwin yang sudah lemah yang sementara rahimnya menerima semburan sperma yang cukup banyak.
“Aauughh.. oh..!” Wiwin pun akhirnya tersentak tidak sadarkan diri dan jatuh pingsan menyusul Anisya temannya yang terlebih dulu pingsan.

Badan Liem menggelinjang dan mengejan disaat melepaskan semburan spermanya yang terakhirnya dan merasakan kenikmatan itu. Batinnya kini puas karena telah berhasil menyetubuhi dan memperkosa serta merengut keperawanan Wiwin gadis mahasisiwi cantik yang ditaksirnya itu.

Senyum puas pun terlihat di wajahnya sambil menatap tubuh lunglai Wiwin yang tergelatak di bawahnya. Liem pun ibarat telah memenangkan suatu peperangan, akhirnya terjatuh lemas lunglai tertidur dan memeluk tubuh Wiwin yang tergolek lemah.

Begitulah malam itu Asan dan Liem telah berhasil merenggut kegadisan dua orang gadis cantik yang ditaksirnya. Waktu pun berlalu, fajar pun hampir menyingsing, kedua tubuh gadis itu masih tidak bergerak. Bekas keringat, cairan sperma kering dan darah mulai kering nampak menghiasi tubuh telanjang tidak berdaya kedua gadis cantik itu.

Pagi itu saat Asan dan Liem sudah rapih mengenakan pakaian mereka, tiba-tiba Henry sang pemilik kost mendatangi kamar kedua gadis itu. Saat itu dia bersama Acong teman Henry yang juga teman Asan dan Liem.
“Hei.., kalian disini rupanya.” ujar Henry.
Dan seketika matanya terbelalak ketika melihat ke dalam kamar kost dan melihat tubuh kedua gadis telanjang itu tergeletak tidak bergerak.
“Wah elo-elo abis pesta disini ya..?” tanya Henry.
Tanpa menjawab, Liem dan Asan dengan tersenyum hanya berlalu meninggalkan Henry dan Acong yang terbengong-bengong.

Saat Liem dan Asan berjalan meninggalkan kamar kost, mereka sempat melirik ke belakang. Rupanya Henry dan Acong sudah tidak terlihat lagi dan kamar kedua gadis itu kembali rapat terkunci. Kini rupanya giliran Henry dan Acong yang berpesta menikmati tubuh kedua gadis malang itu.

Memang rupa-rupanya Henry juga memendam cinta kepada gadis-gadis itu dan kali ini dia dibantu oleh Acong dapat leluasa menikmati tubuh gadis-gadis itu. Kembali tubuh Anisya dan Wiwin yang sudah tidak sadarkan diri menjadi bulan-bulanan. Henry dan Acong pun leluasa berejakulasi di mulut dan rahim gadis-gadis itu sepuas-puasnya

Terimakasih telah membaca by : cerita-sexs-online.blogspot.com - Cerita sexs, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Seks janda, cerita Seks indonesia, Pengalaman Seks, Cerita Seks Hot, Cerita Porno, Porno Indonesia, Cerita Seks Seru, Cerita Ngentot, Cerita Panas ABG, Cerita Anak Sekolah, Cerita Panas Bersama Pacar, Cerita sexs gadis perawan, Cerita Sex Tante-Tante, Hot Bokep, Cerita memek ABG , Cerita ngentot janda, Berhubungan intim sama janda, Cerita pembantuku , Cerita panas gadis desa, Cerita kosan

Kamis, 12 Maret 2020

Perkosa Tkw Muda, Cantik Dan Mulus

Cerita-sexs-online.blogspot.com - Positngan Terbaru Cerita Sexs Dewasa, Pada Cerita Seks berfoto kali ini dengan judul : Tubuhku Dinodai Oleh Orang Tidak Dikenal, saya telah menyediakan cerita Hot pengalaman pribadi maupun orang lain, lengkap dengan foto seksi peningkat nafsu birahi anda. Selamat membaca.


Ini berawal ketika saya baru saja diberi tugas untuk survey berapa kira2 jumlah visitor yang hadir setiap sore di salah satu mall di jakarta.walau sebenarnya males banget ngerjainnya tapi ya sudahlah.. apa aja asal saya gak nganggur. sampailah saya di mall itu dan mulai cek jumlah kendaraan motor dan mobil yang hadr pada jam sore disana. setelah saya bikin asumsi.. barulah saya masuk ke dalam mall untuk nambahin jumlah kira2 pengunjung disana.

Saya gak sadar awalnya.. ketika banyak wanita aneh yang memberikan senyum gak jelas ketika mata saya papasan sama mereka, sampai saya secara gak sengaja ada wanita yang tadinya kasih senyum dan udah gandeng pria timur tengah yang udah agak uzur.

Wah.. banyak penyamun yang bakalan nyiksa kantong saya niy..pikir saya. sampai saya gak sengaja liat cewe mungil dengan gaya jalan nunduk lewat begitu aja. Dan anehnya saya balik badan..spontan dan coba ngejar niy cewe. mba..’maaf ya, kalau bioskop adanya dilantai berapa ya..alesan saya buat ice breaking sama dia. untungnya dia jawab walau tetep aja ga mau liat muka saya.. ” masih satu lantai lagi mas… , oh..maap ya udah ganggu perjalanan kamu , itu kata-kata yang ngeluncur gitu aja dari mulut saya. oh iya.. maap lagi niy mba.. kamu lagi ada masalah ya.. kok wajahnya kaya abis dimarahin ibu tiri.. cemberut gitu.. tanya saya lagi. mba yang saya sapa ini akhirnya berani natap saya dan senyum dikit sambil bilang.. ah.. saya biasa aja kok, emang nya kenapa.. kamu mau temenin aku muter2 disini…

Jalan bareng lah saya…dan hati2 banget ngawalnya.. sampe akhirnya.. saya berani pegang tangan dia dan dia gak marah. wah…. jangan2 ini salah trik dari cewe karir di mall ini.. pikir saya. tapi bathin saya gak yakin kalau dia amatiran apalagi profesional, coz polo shirt yang dia pake.. branded dan wangi parfume nya pasti diatas 500an. Udah bolak balik , atas kebawah sampe akhirnya saya coba inisiatif untuk ajak dia makan atau sekedar minum juice.dan saya ajak dia untuk keluar dari mall itu. lanjut.. dia oke dan sama sekali ga protes ketika tangan dia saya tarik untuk segera bergegas. pas jalan keluar, secara gak sengaja tangan saya beberapa kali nyentuh bagian pinggir toket sigadis yang saya bahkan belum tau namanya siapa.. dan dia langsung rapetin tangan saya hingga bener-bener nempel abis ke samping toketnya dia. pikiran saya langsung berantakan.. yang tadinya pingin pelan2 dulu atur strategi tiba-tiba nekat ngomong..

Gimana kalau kita buka kamar dan ngobrol2 disana.., ( kalau marah .. saya akan minta maaf niy ).. dan reaksi dia bener-bener diluar dugaan saya.. dia malah tanya… emangnya mau berapa hari di hotel.. , copot jantung saya denger dia ngomong gitu… cewe pendiem gak berani natap saya, kalau ngomong sopan dan pelan, berani ngom0ng gitu ke saya. saya coba tutup kebingungan saya dengan ketaawa dan terusin jalan sampe akhirnya saya ketemu bajaj dan sebut nama hotel xxx yang gak jauh dari mall itu.
Jantung saya makin gila debarannya ketika saya bener-bener udah masuk dikamar itu.. ada beberapa keraguan saya.. ini trik baru apa cewenya rada gokil… atau malah dia sengaja mau kasih penyakit ke saya…. tapi sekali lagi bathin saya bilang.. tenang aja… dia wanita baik2 yang kebetulan suka sama saya.

TV saya nyalain, dan duduk disamping ranjang seadanya gitu. dan baru saya tanya… siapa namanya.., reaksi dia pas saya tanya begitu… ketawa dan ketawa.. dia bilang.. cowo jakarta type nya beda kaya dihongkong yah.. kalau disana.. pasti nanya nama, pekerjaan, tinggal dimana.. tapi kita kok baru tanya nama setelah masuk hotel, trus dia bilang lagi kalimat yang bikin saya makin deg degkan… emangnya penting yah nama.. bukannya paling penting romantisnya….. Kacau niy cewe pikir saya.. kok malah dia yang balik agresif dan saya dibikin KO gak bisa ngomong lagi, jalan satu-satunya saya alihkan lah pembicaraan kenapa dia bisa jalan ke mall sendirian.

Saya coba rilex dengan buka sepatu dan rebahan sambil nyalain rokok.. , saya coba gak perduli apakah dia mau rebahan juga atau ngga.. dan akhirnya cewe ini mau juga cerita siapa dirinya. “saya baru aja balik dari hongkong, saya TKW mas disana. udah 2 tahun disana, dan kontraknya baru aja abiz. asli saya dari solo, cuma baru sekarang bisa jalan2 ke mall di jakarta, sambil lanjutin cerita, dia mulai rebahan disamping saya, dan bahkan tangannya berani pegang kepala saya.. dan mainin rambut saya. ceritalah dia mulai dari awal kerja sampe seneng2nya kalau tinggal disana.

Kira-kira udah 30 menitan cerita, saya masih belum berani ambil keputusan.. ini cewe harus saya apain.., terpaksa deh saya nekad bilang sama dia… ” boleh gak.. kalau saya pake celana pendek aja ? ” dia bukan hanya ngangguk boleh malah dia juga ikutan buka kaos kaki pink nya dan buka juga polo shirt sama celana panjang katunnya.. anjriiittt saya tambah salah tingkah.. apalagi pas saya liat merk victoria secret 34B dan celana span pink yang ngasih liat bentuk pantat dan pinggulnya yang terawat banget. Meski udah agak terang .. saya tetep aja konyol pura-pura cuek .. dan nyalain rokok lagi sambil dia gantungin polo shirt dan celana panjangnya.

Sekarang posisi saya sama dia .. saya rebahan dan kepala dia.. tidur diatas dada saya yang masih pake kemeja, dan dia bilang.. “mas kamu nanti masih kerja lagi ga.., kemejanya buka aja.. nanti lecek loh.. ” glek glek.. saya ngerasa isyaratnya udah makin jelas.. tapi saya tetep aja konyol pura-pura gak tau arah nya kemana.. . saya bukalah kemeja saya dan saya rebahan dan kembali lagi kepala dia diatas badan saya . jantung saya yang tadinya deg-degkan coba saya sembunyiin dengan atur napas pelan2.. dan karena itu dia bilang spontan ke saya…. kamu dari tadi udah gak sabaran yahh…. emangnya kamu bawa pengaman………………

anjriiiiiiiitttttt……., langsung aja saya kissing bibir mungilnya dia.. dan saya mainkan lidah lidah maut saya ke mulut dia…. trus aja saya serabutan kissing dia.. mungkin saya dendam kali ya dari tadi di ledekin trus sama dia.. dan saya sempet kaget pas dia ngeluhnya persis gaya cewe2 mandarin kalau lagi mendesah..pegangan tangan dia makin kenceng kepunggung saya.. dan lidahnya dia gantian masuk ke mulut saya…. , pas moment itu saya langsung coba buka tali branya yang kudu dibuka dari depan… tiba tiba… dia berhenti dan liat saya dengan mata yang lembut tapi penuh gairah… mas nama aku lia, mas namanya siapa……. oh saya iwan… jawab saya … saya langsung kekamar mandi dan bersihin semua perabotan saya… dan dia muncul dari belakang dan ikut bersihin perabotan saya… . pas disini saya saya udah yakin… she will be mine… gak mungkin gagal lah…..

kembali ke ranjang dengan wangi sabun murahan… mulailah dia dengan kising2 sampai ke status blow job. Gosh.. ini cewe kaya pemain bokep.. lidahnya bisa kemana..dan gerakannya tenang banget.. makin turun sampai dia jilat black hole sun saya… dan saya langsung risih kasian ke dia.. tapi gak mau stopin dia juga.. coz nikmat banget lidah lembutnya dia ada di hole sun saya.. saya coba raba2 toketnya dia… tapi tangan saya ditepis sama dia… dan dia bilang.. babak ini. dia yang incharge.. dia yang berkuasa.. saya gak boleh ngapa2in… , kira2 10 menit saya disiksa dengan rasa geli sampe ke otak dan perut saya udah mulai sakit nahan geli……. gokilll… semua batang saya dilahap masuk kedalam mulut dia..dan dia yang mau muntah tapi ditahan.. masuk kedalem tenggorokan kali tuh penis saya…

Sssshhhhhh .. saya tahan terus jangan sampe croot didalam tenggorokan dia niy… dan dia makin semangat nge blow sejadi2nya… tangan kecilnya dia mulai gerayangan juga.. puting saya dipilin2 pelan sama dia.. bener-bener pelan.. sampe kaya cuma sentuh kulit luar badan saya…. annnjjrrriittt… kayanya isi rudal udah mau tumpah padahal baru fore play…… dan saya coba ganti posisi … tapi kepala saya ditahan sama tangan dia.. dan aaaaakkkkkhhhh croott crrrroooottttt…… masuklah semua lahar panas ke kerongkongan dia… dan kepala dia saya teken sekenceng2nya.. gila men… saya gak mikir bahayanya.. saya bener2 mikirin crot sampe ampas2nya…., dan ketika saya coba lepasin kontol saya dari mulutnya… saya gak tau lagi kemana isi rudal saya.. yang pasti dilahap abizz sama dia. wowwwww.. babak 1 blow blast job…. dashyat lah… coz saya belum pernah diblow sampe rudal saya masuk total ke mulut si cewe.

2 menit saya pura2 bengong.. dan saya kekamar mandi.. untuk bersih2. dibelakang saya.. dia udah nunggu mau bersih2 gak sabaran… mau bersih2 juga. Saya nyalain lagi sebatang rokok sambil nunggu dia selesai bersih2… dan pas dia selesai.. dia langsung rebahan lagi..dan rudal saya dikulum lembut banget… gak pake lama.. langsung naek lagi dah gairah saya… pas rokok udah saya buang.. dia arahin kepala saya ke mekki nya dia…dan saya gak sia2 kan lah dendam kesumat saya.. . kira2 10 menit juga saya kulum2 tuh mekki.. dan kepala saya bener dijepit sama dia… untung kaki si lia modelnya kaya kaki meja.. bukan kaki tukang beca.. saya masih bisa napas lah… akhirnya dia teriak juga… iccchhiiiiiiiii aaaaasssshhhhhh trus kepala saya di tarik ke muka dia.. dan dia kissing saya dasyat banget…. , saya masih inget dia bisikin kata2 yang romantis banget… ” thanks mas.. you are mr nice for me”

Saya yang lagi gantung… langsung aja arahin Mr P aka kontol saya ke meki yang tiada berambut itu… dan dia minta agar saya pelan2 masukin nya…. kaya baru nindik kuping.. ada beberapa lapisan yang berasa tembus sama rudah saya.. dan saya coba ambil alih situasi.. saya yang atur goyangan,,, , lia cuma merem .. sambil ngomong.. nice.. nice.. , dan gara2 kata2 itu.. tekanan makin saya beratin dah makin saya hentakkkk….satu gaya itu saya mainkan kira2 15 menit sampe saya keringetan….. dan kaki dia ngepit terus pinggul saya.. dan tetep aja bilang.. nice.. ohhh niccceeee… dan isi rudal udah hampir tumpah…. pas saya mau lepas biar aman… dia malah kepit terus pinggul saya.. dan peluk saya sekenceng2nya.. jari kuku dia.. kaya mau tusuk punggung saya.. dan dia teriaaak… massss aku keluar lagi……dan saya pun menumpahkan semua isi rudal saya kedalam memek atau meki dia…. dan saya kising dia..sampe kelehernya dia……,

Saya pikir itu permainan terakhir saya… sampe saya terkaget2.. karena dia langsung dengan semangat, nge blow saya lagi .. kali ini agak kejam nge blow nya.. karena giginya dia ..berubah jadi gergaji… rudal saya reload lagi.. naik walau agak pegel2…. dan dia langsung ambil posisi dudukin saya… dan masukin lagi ke mekki nya… kira2 baru 5 menit.. saya iseng aja bilang ke dia.. ” pernah gak pantatnya kemasukan tamu..” dan dia bilang , ga pernah..takut sakit.. dan kasian..yang punya rudal.. kan itu jijik banget.. kata dia…, lalu saya bilang.. saya sih gak masalah.. kalau mau coba.. masukin aja….. dia liat muka saya… dan akhirnya…… dia nekad.,pindahin job rudal saya ..dari mekki ke pink hole sun dia… baru dipinggir hole sun.. dilepas lagi sama dia.. begitu terus di ulang2 sama dia… sampe akhirnya pas dia mau coba lagi.. terpaksa saya angkat pinggul saya dan pundak dia saya teken kebawah… dannnn hasilnya… dia teriaaaaaakkkkkk ….. aaahhhkkk sakit nice……. aaaakkkkhhhhhh… dia meringis dan lepasin rudal saya yang agak merasa bersalah….. , saya lah sekarang yang coba ambil posisi.. karena udah sempet masuk.. saya coba yang ambil inisiatif untuk masuk ke pink hole sun dia… dan setelah saya coba perlahan2..akhirnya masuk juga semua rudal saya itu..dan saya tahan kira2 20 detik lah.. dia teriak lagi..sambil tarik seprai kasur… dan shhhh aaaakkhhh massss…. sakkiitttttt…… itu kata dia.., saya tetep gak perduli lah.. udah masuk harus kasih kenang2an dunk.. lalu pelan2 saya tarik keluar dan saya masukin lagi.. gitu terus sampe akhirnya dia peluk saya dan usap2 punggung saya…. akhirnya tekanan makin saya dalemin dan kecepatan goyangnya saya tambah….. ( sumprit , ini pengalaman pertama saya juga sebenarnya ) terus aja saya goyang sampe crrrrreeetttttt semua didalam lubang memek dia……. pas tau saya creetttt… dia buru2 ambil rudal dan di blow lagi sampe bener2 kering isi kontol saya.

Akhirnya saya bersih2 dan dia bersih2… dia peluk saya dan kising pipi saya berulang.. dan tetep bilang saya .. youre mr P is nice… thanks .. youre so nice…. , masih bugil terus … saya kembali nyalain rokok .. dan dia ikutan minta rokok… , sambil ngerokok…. dia kembali bikin pernyataan yang bikiin saya agak kaget.. dia bilang pertama kali main begini sebulan sebulan ke hongkong.. sama pacarnya dia.. dan saya orang yang kedua… percaya gak percaya sih…. tapi sudahlah.. gak penting dibahas.., sampe tiba2 saya ke pikiran.. ini saya kasih duit berapa ke dia….

Entah nyetrum atau telepathi… dia bisikin ke saya…. mas.. aku cewe baik2 ya.. ini karena aku suka sama mas..dan jangan pikir macem2 apalagi kasih uang ke dia……….. wow….. kadang pekerjaan yang tadinya nyebelin bisa jadi menyenangkan kalau ada oleh2 kaya gini. Terakhir…. , sepanjang saya kenal sama dia.. saya 8 x having sex sama dia.. itu juga sebelum dia balik lagi kehongkong… dan sekali tulis surat buat saya dari kwooloon.. dan disuratnya dia suka masturbasi kalau inget saya.. dan tanya no rekening saya berapa……….. saya gak bales.. sengaja , kali aja.. 2 tahun kedepan ketemu lagi sama dia.

saya dedikasikan buat lia..baby sitter yang kerja dihongkong.. thanks dear.. saya gak bisa lupain gaya2 liar kamu.. selalu deh. pengalaman ngentot sama kamu sunguh sangat luar biasa nikmatnya begitulah Cerita Dewasa Ngentot Tenaga Kerja Wanita Indonesia ini

Terimakasih telah membaca by : cerita-sexs-online.blogspot.com - Cerita sexs, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Seks janda, cerita Seks indonesia, Pengalaman Seks, Cerita Seks Hot, Cerita Porno, Porno Indonesia, Cerita Seks Seru, Cerita Ngentot, Cerita Panas ABG, Cerita Anak Sekolah, Cerita Panas Bersama Pacar, Cerita sexs gadis perawan, Cerita Sex Tante-Tante, Hot Bokep, Cerita memek ABG , Cerita ngentot janda, Berhubungan intim sama janda, Cerita pembantuku , Cerita panas gadis desa, Cerita kosan

Senin, 10 Februari 2020

Tubuhku Dinodai Oleh Orang Tidak Dikenal

Cerita-sexs-online.blogspot.com - Positngan Terbaru Cerita Sexs Dewasa, Pada Cerita Seks berfoto kali ini dengan judul : Tubuhku Dinodai Oleh Orang Tidak Dikenal, saya telah menyediakan cerita Hot pengalaman pribadi maupun orang lain, lengkap dengan foto seksi peningkat nafsu birahi anda. Selamat membaca.

Aku seorang perempuan berusia 25 tahun, nama ku Mery dan aku sudah menikah sejak satu tahun yang lalu. Walaupun aku belum mempunyai anak tetapi hubunganku dan suamiku tetap harmonis saja karena memang suamiku memintaku untuk melakukan KB dengan pil sehingga mencegah kehamilan karena memang dia belum siap mempunyai momongan karena tanggung jawabnya memang sangat besar. Lagi pula sekarang dia belum menetap di satu kota karena dia bekerja di perusahaan yang sering menugaskannya untuk berpindah lokasi dinas. Setelah menikah saja setidaknya kami sudah pindah di tiga kota. Sehingga tak ada kesempatan untuk merencanakan kehidupan menetap di satu kota saja dan itu juga alasan mengapa kami memilih tinggal di tempat kost karena lebih mudah jika suatu waktu suamiku dipindah tugas lagi.

Suami ku berusia 28 tahun bernama Thomas, aku memanggilnya Tom, dia berusia tiga tahun diatasku. Sifatnya yang penyabar dan kebapakan benar-benar membuatku semakin beruntung saja memiliki suami sehebat dirinya. Kalau soal ganteng sih, wajahnya cuman biasa-biasa saja walaupun dulu waktu kami pacaran sempat ada perempuan lain yang juga naksir padanya. Tempat kost kami ini berlantai tiga dimana tiap lantainya dihuni oleh berbagai macam jenis orang mulai dari pedagang, sales, pegawai kantor hingga mahasiswa. Lantai pertama dihuni oleh pembantu yang merangkap tukang cuci dan seterika, penjaga kost dan beberapa kamar dihuni oleh para pegawai dari sebuah instansi pemerintah. Lantai kedua adalah yang paling ramai karena terdapat sekitar 20 kamar didalamnya dan lantai kedua ini benar-benar tertutup dari bagian luar karena satu-satunya penghubung dengan bagian luar bangunan adalah jendela disebuah balkon kecil sementara itu untuk ventilasi hanya terdapat jendela-jendela berteralis yang berukuran sangat kecil di tiap kamar. Aku dan suamiku tinggal di lantai dua ini.

Lantai tiga terdapat sedikit kamar yang bercampur dengan tempat untuk menjemur pakaian. Di lantai ini aku tidak begitu kenal dengan penghuninya karena mereka bekerja larut malam dan baru pulang pagi harinya. Saat itu aku sedang membaca sebuah majalah ketika aku mendengar hp ku berbunyi. Ternyata Tom meneleponku untuk mengabarkan kalau nanti malam dia lembur dan mungkin baru bisa pulang besok karena kebetulan dengan kepindahan bosnya yang sekarang dan pergantian dengan bos yang baru membuat banyak pekerjaan kantor harus lebih cepat diselesaikan sebelum tenggat waktu yang seharusnya. Aku maklumi itu karena aku tahu kalau suamiku merupakan pekerja yang rajin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Aku mendengar suara pintu kamarku diketuk. Apakah sih Tom pulang malam ini? Mungkin saja pekerjaannya lebih cepat selesai sehingga dia dapat pulang lebih cepat. Setelah kubuka bukannya aku gembira tapi malah kecewa. Ternyata yang mengetuk pintuku adalah seorang tetangga kost-an yang kamarnya berada di sebelah kamarku. Namanya mas Dimas, dia seorang marketing di perusahaan properti dan dia sudah cukup lama tinggal di kost ini.  Ada apa mas Dimas? Kok malam-malam belum tidur? tanyaku berusaha sopan walaupun aku mencium bau alkohol dari mulutnya itu. Tidak begitu keras sih tetapi mengganggu juga lama-lama. Anu mbak. Saya ada perlu sebentar kok. Ada yang mau saya bicarakan. Kata mas Dimas sambil melongok kekamarku dan sepertinya dia melihat kalau suamiku tidak ada didalam. Aduh, Tom belum pulang tuh. Nanti aja kalau udah pulang saya minta dia supaya ke kamarnya mas Dimas aja. Jawabku sambil berusaha menutup pintu tetapi terhalang oleh salah satu tangan mas Dimas.

Wah kebetulan mbak. Yang mau saya bicarakan tuh nggak ada hubungannya dengan Tom tapi sama mbak Mery aja kok. Jawabnya dan jawaban itu benar-benar membuatku tambah bingung aja. Apa sebenarnya yang di inginkan mas Dimas ini.

Begini mbak. Maksud kedatangan saya kemari adalah untuk meminta pertimbangan mbak Mery. Soalnya saya malu untuk minta pertimbangan dari cewek lain di kost ini. Jelasnya walaupun dalam hati aku masih bingung juga maksud dari pembicaraannya ini.Maksudnya meminta pertimbangan apa yah? kataku mencoba untuk memperjelas perkataannya barusan.Begini mbak. Besok khan teman perempuan saya mau merayakan ulang tahun dan kebetulan saya cukup dekat dengan dirinya. Nah saya itu bingung mau ngasih kado apa, tapi kata temen ceweknya dia pernah curhat kalau lagi pengen beli satu set pakaian dalam yang dari merk ternama. Masalahnya saya khan nggak tau ukurannya berapa. Kalau saya tanya langsung khan jadi nggak surprise lagi mbak. Jelas mas Dimas sambil menatapku tajam.

Aku mencoba untuk menghindari tatapannya itu tapi sepertinya susah juga mengingat dia duduk didepanku saat ini dan ruangan kost ini juga sempit. Terus? Saya khan juga nggak tahu temannya mas Dimas itu badannya seperti apa. Jadi bagaimana mungkin saya bisa memberikan solusi buat mas?

Dimas tersenyum. Kalau itu sih nggak usah khawatir mbak. Karena postur tubuh teman saya itu sama persis dengan mbak walaupun nggak secantik mbak Mery. Katanya lagi. Terus terang saja aku enggan memberi tahu nomor pakaian dalamku kepada orang luar tetapi sepertinya cuma itu satu-satunya cara agar dia segera keluar dari kamar ini.

Akhirnya aku memberikan nomor ukuran pakaian dalamku kepada mas Dimas dan pria itupun akhirnya beranjak pergi dari kamarku setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih dengan sedikit senyuman tersungging di bibirnya.

Paginya Thomas pulang sekitar jam 6 pagi lalu tertidur. Hari itu dia bilang kalau dia diliburkan oleh bos-nya karena sudah semalaman lembur. Seperti biasa aku merawat seluruh keperluannya dan menyiapkan makanan untuknya jika sudah terbangun nanti, seperti layaknya seorang istri yang setia pada suaminya.

Siang mbak Mery. Tumben jam segini baru belanja. Sapa seorang teman kost yang merupakan mahasiswa tingkat akhir. Namanya Roni, dia asli dari sebuah kota kecil di Jawa Timur. Terbiasa dengan kerja keras sejak kecil membuatnya terlihat mempunyai tubuh yang kekar dan berotot. Macam binaragawan saja batinku dalam hati tiap melihat lekuk tubuh pemuda ini.

Iya nih, soalnya mas Tom baru saja pulang tadi jam 6 soalnya lembur jadi nggak sempat belanja. Kuliah jam siang yah? tanyaku pada Roni dan pemuda ini mengiyakan sambil tersenyum ramah. Lalu dia buru-buru menstater motornya untuk menuju kampus tempatnya kuliah. Dia mungkin salah satu penghuni kost yang baik-baik menurutku karena tidak pernah macam-macam.

Sekitar dua hari kemudian aku dikejutkan dengan sebuah paket yang ditujukan padaku. Aku buka paket itu dan betapa terkejutnya aku karena isi paket itu adalah satu set pakaian dalam yang super seksi bewarna hitam dan ukurannya pun sesuai dengan ukuran tubuhku. Aku heran dan menebak-nebak siapa yang mengirim ini semua dan jawabanku adalah mas Dimas. Mengingat cuma dia seorang yang mengetahui ukuran pakaian dalamku selain Thomas. Lagipula dia pernah berkonsultasi untuk hal ini sebelumnya.

Aku melihat kearah pintu kamar mas Dimas dan sepertinya dia tidak ada di kost waktu itu, aku bermaksud untuk mengembalikan pakaian dalam ini kepadanya. Jujur saja aku merasa sangat terganggu, untungnya Thomas tidak ada disini sekarang ini.

Malamnya aku mendapatkan telepon dari Thomas kalau dia sedang ada pekerjaan lembur malam ini dan sekali lagi aku ditinggal sendirian dalam di kost ini.

Sekitar jam 11 malam pintu kamarku diketok oleh seseorang. Begitu kubuka langsung aku kaget karena yang datang adalah Dimas tetangga kost ku. Mas Dimas ada apa malam-malam gini? tanyaku dengan nada tidak menyenangkan.

Sekali lagi aku mencium aroma alcohol dari mulut pria ini. Begini mbak, saya ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan mbak Mery. Ini penting mbak. Katanya padaku.

Aku dari awal sudah tidak senang dengan cara orang ini berperilaku langsung saja aku utarakan kegusaranku terhadapnya. Mas Dimas, begini yah mas. Jujur aja saya nggak begitu suka dengan cara mas Dimas selama ini. Ini udah kelewatan mas. Buat apa sih mas kirim paket yang tidak senonoh seperti itu? kataku dengan nada keras.

Sejenak terbersit raut wajah bingung di wajahnya tetapi aku sudah terlanjur dongkol terhadap pria ini sehingga tidak aku gubris sama sekali. Maksud mbak ini apa? Paket apaan? tanyanya pura-pura tidak tahu. Udah deh mas. Saya juga udah males menjelaskan. Saya mau tidur, permisi. Kataku ketus sambil menutup pintu kamar. Aku sudah benar-benar muak dengan pria ini. Apa sih maunya sebenarnya.

Sekitar seminggu kemudian, Thomas mendapatkan tugas dari kantornya untuk pergi keluar kota selama satu minggu. Kantornya menyuruh Thomas untuk membenahi permasalahan di kantor cabang yang ada dikota itu. Thomas berkata kalau dia berhasil menyelesaikannya dengan baik maka dia bisa dipromosikan menjadi manager operasional di kantornya sekarang berhubung posisi tersebut sedang kosong. Maka sebagai istri aku hanya bisa rela saja, toh kalo dia dipromosikan sebagai manager maka kami akan mendapatkan rumah dinas sehingga tidak perlu kost lagi.

Malam harinya aku pergi keluar kost untuk mencari makan diluar, dan seperti biasa aku membungkusnya karena aku kurang nyaman jajan di luar tanpa suamiku. Saat aku sampai di kost aku melihat suasana kost sudah sepi, Roni tak terlihat disini karena biasanya dia selalu stand by di pintu masuk kost ini seperti satpam saja pikirku. Mungkin dia masih sibuk mengerjakan skripsinya sehingga harus kembali menginap di rumah temannya.

Lantai satu seperti tanpa penghuni begitu juga lantai dua. Semuanya sepi bahkan disaat seperti ini aku sempat berharap kalau Dimas ada di kost karena sejujurnya aku ini tipe orang yang penakut jika sendirian. Sejenak aku mendengar suara tape dari lantai 3, aku lega karena ternyata ada orang juga di kost ini selain aku.

Jam 11 malam dan suasana kost masih tidak berubah, hanya terdengar suara kaset tape dari lantai tiga dan nyanyian merdu dari Bryan Adams. Saat aku akan tertidur tiba-tiba pintu kamar terbuka. Memang aku tidak menguncinya tetapi aku yakin kalau aku sudah menutupnya dengan rapat sehingga tidak mungkin ada angin yang mendorongnya. Dengan was-was aku melihat apakah ada orang dibalik pintu itu dan ternyata tidak ada. Ah mungkin cuma angin dan aku juga tidak begitu yakin telah menutup dengan benar pintu tersebut, pikirku dalam hati.

Saat aku akan menutup pintu itu kembali tiba-tiba muncul sebuah tangan pria yang langsung mencekal tanganku sementara tanganku yang satunya langsung dicekal kebelakang tubuh dengan kasar. Aku mencoba berteriak tetapi belum sempat suaraku keluar, pria tersebut membanting tubuhku keatas tempat tidur.

Aku mencoba berontak tapi apalah daya karena tenaga pria ini benar-benar diatasku jauh. Pria ini menindihku yang sedang kesakitan karena bantingan tadi dan langsung mencoba melucuti pakaianku yang kala itu hanya menggunakan daster warna jingga. Aku melihat pria bertopeng ini dengan ketakutan yang amat sangat, aku tahu apa yang ingin dia lakukan kepadaku namun aku tak mampu untuk melawan dirinya itu.

Dia sepertinya tidak sabar lagi dan merobek pakaianku sehingga sekarang aku tinggal mengenakan celana dalam mengingat aku tidak pernah memakai bra tiap kali aku tidur. Teriakan dan umpatanku juga tidak dia tanggapi sama sekali, pria ini hanya membisu sambil terus berusaha melucuti seluruh pakaianku hingga akhirnya lolos juga celana dalamku ditangan pria ini.

Dia sepertinya terkesima melihat kemaluanku yang rapih tercukur. Dengan kulit putih mulusku ini memang sangat menggoda, bahkan mas Tom yang sudah sering bercinta dengankupun tidak ada bosan-bosannya melihat tubuhku ini.

Pria itu lalu membuka celananya dan membetot keluar batang kemaluannya. Sekarang keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Teriakanku sepertinya tidak ada yang mendengarkan, mungkin karena struktur lantai dua kost ini yang sangat tertutup sehingga kedap suara.

Aku sadar sebentar lagi pria misterius ini akan menyetubuhi diriku. Penisnya yang begitu besar bahkan sudah membuatku merasa ngilu hanya dengan melihatnya saja. Bahkan milik mas Thomas saja paling hanya dua pertiga dari milik pria ini.Pria itu lalu mengangkat kedua pahaku dan menekannya kearah perutku sehingga aku menjadi sedikit sesak nafas. Aku yang sudah lemas melawan dari tadi hanya bisa pasrah melihat detik-detik dimana ujung kemaluan pria itu semakin lama semakin dekat saja dengan bibir vaginaku.

Seperti yang kutakutkan sebelumnya, akhirnya pria itupun melesakkan batang kemaluannya yang sangat besar itu melewati himpitan bibir kewanitaanku yang masih rapat ini. Aku menjerit dan memohon ampun supaya dia tidak memperkosaku tetapi apa daya karena jeritanku tidak diindahkannya sama sekali. Sekarang bahkan ujung kemaluannya sudah melesak seluruhnya kedalam vaginaku tinggal bagian batang dan pangkalnya saja yang masih ada diluar.

Akhh! sakit. Ampun! Jangan perkosa saya! jeritku memelas tapi lagi-lagi tak ada reaksi dari pria ini. Dia malah semakin mempercepat proses penetrasinya sehingga membuat rongga vaginaku semakin sakit saja. Bibir kemaluanku bahkan seperti robek menjadi dua karena dipaksa menerima batang kejantanan sebesar bonggol jagung itu.

Lagi-lagi aku menjerit tetapi kali ini hanya jeritan kecil dan lemah karena aku sudah kehabisan tenaga untuk berteriak dan menjerit lagi. Sekarang tinggal suara desahan dan rintihan pelan yang terdengar tiap kali pria ini menyodokkan batang kemaluannya yang besar itu didalam vaginaku dan mengaduk-aduknya dengan berbagai macam arah dan gaya. Setelah sekian lama baru kali ini aku kembali merasakan seperti diperawani untuk yang kedua kalinya. Dulu aku juga pernah merasakan rasa sakit seperti ini ketika diperawani oleh Thomas, suamiku.

Pria itu diam tak bicara ketika mendengar aku meminta ampun dan merintih kesakitan. Dia bahkan sepertinya semakin bernafsu saja begitu mendengar aku yang semakin lemah tak berdaya ini menjerit dan merintih. Dalam lima belas menit kemudian pria ini mempercepat sodokannya dan dia mengakhirinya dengan sebuah sodokan yang kencang dan dalam pada vaginaku. Aku mendongakkan kepalaku menahan rasa sakit yang hebat ketika pria itu menyetubuhiku dengan kasarnya. Sesaat kemudian aku merasakan penis raksasa itu berkedut keras lalu aku merasakan adanya cairan hangat membasahi rongga rahimku. Aku shock bukan main ketika menyadari kalau pria ini berejakulasi didalam rongga kemaluanku. Aku takut hamil dan terlebih lagi aku jijik menyadari kalau ada pria asing yang tak kukenal memperkosaku dan menyemprotkan cairan spermanya didalam vaginaku. Aku pingsan entah untuk berapa lama.

Begitu aku bangun aku mendapati sudah nyaris pagi dan tubuhku yang tergolek tanpa mengenakan sehelai benangpun ini merasakan dingin luar biasa. Kepalaku sedikit pusing dan mencoba untuk menyadarkan diri sendiri kalau aku telah diperkosa oleh orang asing. Tangisku tak pelak lagi meledak memenuhi ruangan ini. Tanganku meraba selangkanganku dan mendapati sedikit noda darah segar disertai cairan putih kental yang sangat banyak yang aku tahu itu adalah sperma dari pemerkosaku tadi. Entah sudah berapa kali dia memperkosaku sampai cairan maninya keluar begitu banyak dari kemaluanku ini. Sesaat kemudian terdengar suara sms masuk. Aku buka sms itu dan aku terkejut ketika sms itu berasal dari pemerkosaku yang berbunyi. Aku sudah ambil foto kamu pas lagi bugil. Awas kalau sampai lapor polisi. Aku bakalan sebarin keseluruh orang.

Seketika aku lemas tak berdaya dan beberapa saat kemudian sms dari Thomas muncul menanyakan keadaanku. Aku jawab kalau aku baik-baik saja dan menyuruhnya cepat pulang. Seandainya dia tahu kalau istri tercintanya telah habis dinikmati tubuhnya oleh orang lain entah apa reaksi suamiku itu.

Terimakasih telah membaca by : cerita-sexs-online.blogspot.com - Cerita sexs, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Seks janda, cerita Seks indonesia, Pengalaman Seks, Cerita Seks Hot, Cerita Porno, Porno Indonesia, Cerita Seks Seru, Cerita Ngentot, Cerita Panas ABG, Cerita Anak Sekolah, Cerita Panas Bersama Pacar, Cerita sexs gadis perawan, Cerita Sex Tante-Tante, Hot Bokep, Cerita memek ABG , Cerita ngentot janda, Berhubungan intim sama janda, Cerita pembantuku , Cerita panas gadis desa, Cerita kosan